0

Linkin park biography



sejarah berdirinya linkin park
Linkin Park adalah grup musik beraliran nu metal yang berasal dari Aguora Hills, California, di Amerika Serikat. Mereka sempat beberapa kali berganti nama, antara lain Xero, Hybrid Theory, hingga nama Linkin Park sampai sekarang. Nama “Linkin Park” sendiri merupakan plesetan dari nama sebuah taman di Los Angeles, Lincoln Park.
Sebelum Chester Bennington menjadi vokalis Linkin Park, Mark Wakefield lebih dulu menjadi vokalisnya. Namun, ia keluar dari Linkin Park – saat itu menggunakan nama Hybrid Theory – untuk menjadi manajer grup musik Taproot. Bassis Dave Farrell alias “Phoenix” juga pernah keluar sebentar dari Linkin Park untuk mengikuti tur bersama band lamanya, Tasty Snax. Sedangkan 4 personil lainnya – Brad Delson, Mike Shinoda, Joe Hahn, dan Rob Bourdon – selalu bertahan di Linkin Park sejak awal pembentukannya.
Linkin Park telah merilis 3 album studio, yaitu Hybrid Theory, Meteora, dan Minutes to Midnight. Linkin Park juga merilis album Live in Texas, Reanimation, dan Collision Course, serta Hybrid Theory EP. Linkin Park sukses dalam mempopulerkan lagu-lagunya seperti Crawling, In the End, Numb, Somewhere I Belong, dan What I’ve Done. Secara total, album-album Linkin Park telah terjual sebanyak 50 juta keping.
Awal mula
Awal pembentukan Linkin Park yaitu pertemuan Mike Shinoda dan Brad Delson (gitaris Linkin Park) di kelas 7. Lalu mereka membentuk band bernama Xero. Brad juga bermain untuk band Relative Degree, salah satu personilnya yaitu Rob Bourdon (drummer Linkin Park). Mike berkenalan dengan Rob melalui Brad dan Rob

bergabung dengan Xero. Saat kuliah, Brad berkenalan dengan Dave “Phoenix” Farrell (bassis Linkin Park) yang

merupakan teman sekamar Brad. Mike, yang mengambil jurusan ilustrasi di Universitas Seni Pasadena, bertemu dengan Joe Hahn (turntablis Linkin Park). Kemudian, Dave Farrell dan Joe Hahn bergabung bersama Xero. Dave sempat meninggalkan Xero untuk bergabung kembali ke band lamanya, Tasty Snax.
Mulanya, mereka merekrut Mark Wakefield sebagai vokalis, lalu diambil alih oleh Chester Bennington (mantan vokalis Grey Daze) sampai sekarang, sedangkan Mike lalu jadi rapper. Sialnya, karena nama Xero sudah dipakai grup lain, mereka terpaksa mengganti nama menjadi Hybrid Theory. Lalu, Hybrid Theory menandatangani kontrak dengan perusahaan rekaman bernama Warner Bros. Records setelah sukses meluncurkan EP yang bertajuk Hybrid Theory EP pada tahun 1999 sebanyak seribu keping
Sekali lagi, mereka terpaksa mengganti nama karena nama Hybrid Theory mirip dengan nama grup musik Hybrid yang berasal dari Wales. Daripada dianggap band yang sama, mereka memilih berubah nama lagi menjadi Linkin Park. Nama itu diambil Chester dari nama sebuah taman di Los Angeles, Lincoln Park. Agar bisa mengelola situs web sendiri, Chester mengubah ejaannya menjadi Linkin Park. Setelah itu, mereka berhasil membeli situs web linkinpark.com
Hybrid Theory.
Linkin Park meluncurkan album pertamanya, Hybrid Theory, pada tanggal 24 Oktober 2000 dengan singel pertama One Step Closer. Namun, yang lebih terkenal adalah singel Crawling dan In the End. Lagu ini telah membuat Linkin Park menjadi populer. Penjualan album itu melebihi 15 juta keping. Linkin Park lalu merilis edisi spesial dari Hybrid Theory, dengan 2 lagu baru High Voltage dan My December (lagu).
Linkin Park lalu merilis album aransemen ulang dari Hybrid Theory, Reanimation. Album ini pun meraih kesuksesan dengan penjualan kira-kira 10 juta kopi. Singelnya, Pts.Of.Athrty,tidak sepopuler singel di Hybrid Theory, namun cukup terkenal. Linkin Park, melalui Mike Shinoda dan Joseph Hahn, juga sempat bekerja sama dengan band The X-ecutioners dalam pembuatan singel It’s Goin’ Down. Linkin Park juga membentuk kelompok fans mereka bernama Linkin Park Underground, serta mulai mengadakan tur sendiri bernama Projekt Revolution, setelah sering diundang ke festival musik.
Meteora
Tanggal 25 Maret 2003, Linkin Park merilis album kedua bertitel Meteora. Nama tersebut diambil dari nama tempat ibadah di atas puing-puing di Yunani. Album ini juga meraih kesuksesan dengan penjualan kira-kira 11 juta kopi. Singelnya adalah Somewhere I Belong, Faint, Numb, From the Inside, Lying from You, dan Breaking the Habit.
Meteora memenangkan banyak penghargaan. Antara lain Penghargaan MTV kategori “Video Rock Terbaik” untuk lagu “Somewhere I Belong” dan “Penghargaan Pilihan Pemirsa” (Breaking The Habit). Linkin Park juga memenangkan penghargaan lain yaitu “Penghargaan Musik Radio 2004″, “Penghargaan Artis Tahun Ini” dan “Penghargaan Lagu Tahun Ini” melalui lagu “Numb”. Mesikpun album Meteora tidak sesukses Hybrid Theory album ini masuk 3 besar penjualan album di Amerika Serikat tahun 2003.
Linkin Park juga mengadakan Projekt Revolution Tour ke-2 serta sibuk ikut konser. Di sela-sela waktu itu, Linkin Park berhasil menyelesaikan rekaman album konser mereka, “Live In Texas”, yang berisi lagu-lagu saat konser Linkin Park di Texas.

Proyek sampingan
Atas permintaan MTV, Linkin Park berkolaborasi dengan Jay Z dalam album “Collision Course”. Materi album ini adalah remix dari sebagian lagu-lagu Linkin Park dalam album “Hybrid Theory” dan “Meteora” serta lagu-lagu Jay Z dalam album “Blueprint” serta “The Black Album”. Album tersebut dirilis tahun 2004 dan menghasilkan 2 singel, yaitu Numb/Encore yang mendapat penghargaan Grammy kategori “Lagu Rap Terbaik” dan “Kolaborasi Terbaik”.
Pada tahun 2005, Linkin Park lebih mengutamakan konser amal. Mereka membantu korban tsunami pada bulan Desember 2004 dalam konser bertajuk Music For Relief. Linkin Park juga membantu mengumpulkan uang untuk korban Badai Katrina tahun 2004. Sementara itu, Mike Shinoda bergabung dengan Fort Minor dalam album “The Rising Tied”. Chester Bennington juga punya proyek solo yang dinamai Snow White Tan yang selanjutnya populer dengan nama Dead By Sunrise. Lalu, Linkin Park pergi ke Jepang tahun 2006 untuk mengikuti festival musik populer di Jepang, yaitu Summer Sonic.

Minutes to Midnight
Pada tahun 2006, mereka mulai merekam materi untuk album terbaru Linkin Park, yaitu “Minutes To Midnight”. Banyak yang mengkritik Linkin Park karena sering tertunda peluncurannya. Walaupun begitu, Linkin Park menjamin bahwa album tanggal 14 Mei 2007 ini pantas untuk dikoleksi. Menurut Linkin Park, mereka menamai album barunya “Minutes To Midnight” (menit-menit menuju tengah malam) karena adanya isu nuklir di bumi ini yang dapat menghancurkan dunia pada saat tengah malam.
Sebanyak 100 lagu demo telah diciptakan namun hanya 12 yang dimasukkan ke dalam album. Tidak heran kalau album ini direkam selama 14 bulan. Dalam album Minutes To Midnight, unsur musik nu metal kurang kental. Walaupun demikian, album ini tetap digemari. Buktinya adalah album ini terjual hampir sebanyak 625 ribu kopi dalam pekan pertamanya (sebuah rekor dalam tahun 2007). Album studio ketiga ini diproduseri oleh Mike Shinoda dan Rick Rubin, mantan personil Beastie Boys. Singel pertamanya, “What I’ve Done”, sudah mulai diputar di radio pada tanggal 2 April 2007. Minutes To Midnight juga menduduki tangga teratas Billboard. Pada tanggal 20 Agustus 2007, Linkin Park merilis singel keduanya, yaitu “Bleed It Out”. Dan, pada bulan Oktober, Linkin Park akan merilis singel “Shadow of the Day”.
Lagu “No Roads Left” bisa didapatkan melalui pemesanan lewat iTunes. Sementara lagu “Qwerty” bisa didapatkan di EP berjudul Linkin Park Underground v6.0.
Aliran

Pada awal pembentukannya, Linkin Park beraliran rock. Setelah masuknya seorang DJ atau turntablis bernama Joe Hahn, Linkin Park mengganti alirannya menjadi hip-hop. Namun, pada album Hybrid Theory, Linkin Park mengganti lagi alirannya menjadi nu metal dan rapcore. Demikian juga pada album Meteora, hanya saja Linkin Park juga menambahkan unsur elektronika.
Pada album Minutes To Midnight, segalanya berubah total. Linkin Park benar-benar mengurangi unsur nu metal secara spesifik. Sebagai gantinya, Linkin Park menggunakan aliran alternative rock. Ini jelas sebuah eksperimen mengingat kesuksesan Linkin Park dengan genre nu metal dalam album sebelumnya. Tetapi, ternyata eksperimen itu berhasil.
Teknis
Linkin Park jarang menggunakan teknik melodi gitar namun petikan gitar. Selain itu, rap dari Mike Shinoda sering muncul di banyak lagu. Terkadang Chester berteriak dalam beberapa lagu.
Lagi-lagi, perubahan terjadi di album Minutes To Midnight. Linkin Park mengurangi unsur rap dari Mike. Rapnya hanya ada di 2 lagu, yaitu Bleed It Out dan Hands Held High. Sementara vokal Chester lebih dominan dibanding sebelumnya. Linkin Park juga bermain lebih lembut.
Linkin Park Underground
Ini adalah kelompok penggemar Linkin Park yang dibentuk tahun 2001. Jika bergabung dengan LPU (singkatannya) maka bisa memperoleh merchandise khusus untuk anggota LPU. Seperti kaus, asbak, buku, dan album mini (EP).
Anggota
Anggota Sekarang
1. Chester Bennington – vokal
2. Rob Bourdon – drum
3. Brad Delson – gitar
4. Dave “Phoenix” Farrell – bass
5. Joseph Hahn – turntable, sampling
6. Mike Shinoda – backing vocal, sampling, rap, keyboard, gitar

Mantan Anggota
1. Mark Wakefield – Vokal
2. Scott Koziol – Bass (Stand-in)
3. Kyle Christener – Bass (Stand-in)
Diskografi
1. Xero Sampler Tape
2. Hybrid Theory EP
3. Hybrid Theory - 24 Oktober 2000
4. Reanimation
5. Meteora - 25 Maret 2003
6. Live In Texas
7. Collision Course
8. Minutes to Midnight - 14 Mei 2007
Beberapa band yang berhubungan dengan Linkin Park
1. Fort Minor - Proyek sampingan Mike Shinoda
2. Dead By Sunrise - Proyek sampingan Chester Bennington
3. Hybrid Theory - Nama lama Linkin Park
4. Xero - Nama lama Linkin Park
5. Tasty Snax - Band lama Dave “Phoenix” Farrell
6. Grey Daze - Band lama Chester Bennington
0

My Chemical Romance biography



My Chemical Romance adalah grup musik asal New Jersey, yang dibentuk pada bulan September tahun 2001 oleh Gerard Way dan Matt Pelissier (eks drummer). Saat ini, band ini diawaki oleh Gerard Way (vokal), Mikey Way (bass), Ray Toro (lead guitar), Frank Iero (gitar), dan Mike Pedicone (additional drummer) yang menggantikan Bob Bryar yang merupakan drummer sebelumnya yang keluar pada Maret 2010. Nama band ini terinspirasi oleh buku karangan Irvine Welsh yaitu Ecstasy: Three Tales of Chemical Romance.
My Chemical Romance adalah grup band yang menurut media bergenre pop punk, post-hardcore, "punk revival", rock alternatif. Namun grup ini mendeskripsikan musik mereka sebagai musik "rock" atau "pop yang kasar", dan menolak diklasifikasikan sebagai emo. Grup ini telah merilis empat album dan tiga dvd live performance yaitu:
Album studio :
1. I Brought You My Bullets, You Brought Me Your Love pada tahun 2002
2. Three Cheers For Sweet Revenge pada tahun 2004
3. The Black Parade pada tahun 2006
4. Danger Days : The True Lives Of The Fabulous Killjoys yang rencananya akan dirilis pada tanggal 22 November 2010.
DVD :
1. Life On Murder Scene, pada tahun 2006
2. The Black Parade Is Dead !, pada tahun 2008
3. Venganza, Pada Tahun 2009
Band ini mendapat inspirasi dari Queen, Black Flag, Iron Maiden, The Misfits, Morissey, At the Gates, Pink Floyd, The Smashing Pumpkins, Descendents, Pantera, The Cure, dan The Smiths. Sebutan untuk fans MCR adalah “MCRMY".
0

ANTI ISRAEL

Bismillahirrohmaanirrohiim. Alhamdulillah, segala puji bagi Allah Subhanahu Wa Ta'ala yang menuntut kita ummat Islam untuk menjadi ummat yang 'adil. Sholawat serta salam senantiasa kita haturkan untuk Baginda Nabi Muhammad SAW, keluarga, shohabat serta para pengikutnya.



Masih ingat ucapan Adolf Hitler,  kan ? :

Ich konnte all die Juden in dieser Welt zu zerstören, aber ich lasse ein wenig drehte-on,so können Sie herausfinden, warum ich sie getötet “Bisa saja saya musnahkan semua Yahudi di dunia ini, tapi saya sisakan sedikit yang hidup, agar kamu nantinya dapat mengetahui mengapa saya membunuh mereka”




kejahatan Yahudi tanpa perduli untuk mengkonfirmasi sendiri, sama halnya kita mendengar ibu-ibu ngerumpi tentang kejahatan si anu, sia anu itu begini dan begitu... truss kita percaya gitu aja ? Ingat kawan, "teori konspirasi" itu hanya teori para pecundang, teori para pesakitan yang selalu dan selalu menyalahkan orang lain atas keterpurukkan diri sendiri.





Di belantara virtual ini kita akan disuguhi berbagai macam teori konspirasi, dari penyanyi Lady Gaga, film2 yang dihubungkan dengan Kabbalah, Fremason. Lambang2 Masonic diberbagai logo2 perusahaan dunia, hingga menyentuh makanan-minuman yang ada logonya juga. Ini hanya viral marketing, semakin diberitakan, semakin di blow up, semakin didesas desuskan akan semakin membuat orang penasaran. Akhirnya kita ummat Islam menjadi paranoid dan selalu iri atas keberhasilan dan kesuksesan ummat lain.


Loh,,, bukannya Al Qur'an juga menginformasikan bahwa bangsa Isra'il dan Yahudi pantas diperangi dibunuh dan dibantai ? Masak sie... masak kita ummat Islam mau jadi Drakula yang haus darah gitu ? Gila !. So sudahkah kita tadarus Al Qur'an seluruhnya ? perdulikah kita untuk membaca walaupun sekedar terjemahannya ? Allah Ta'ala berfirman, kurang lebih artinya :


QS Al Baqoroh, 2:62. Sesungguhnya orang-orang Mukmin, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani dan orang-orang Shabiin, siapa saja di antara mereka yang benar-benar beriman kepada Allah, hari kemudian dan beramal saleh, mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati.


Silahkan baca biografi Rasulullah Muhammad SAW, adakah beliau SAW tidak mengajak membenci suatu Ras, Suku, Bangsa. Bahkan beliau SAW telah mempersatukan beberapa suku di Arab. Beliau SAW sekedar memerangi "sifat jahat"nya bukan siapa bersuku apa. Beliau SAW memerangi sifat kapitalis pamannya sendiri Abu Jahal dan Abu Lahab, beliau SAW memerangi monopoli ekonomi yang dilakukan Yahudi Madinah, beliau SAW membela kaum tertindas siapapun itu tanpa membedakan ras, suku bangsa.


A'udzubillahi minasy syatonirrojiim, Bismillahirrahmaanirrahiim.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ كُونُواْ قَوَّامِينَ لِلّهِ شُهَدَاء بِالْقِسْطِ وَلاَ يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَآنُ قَوْمٍ عَلَى أَلاَّ تَعْدِلُواْ اعْدِلُواْ هُوَ أَقْرَبُ لِلتَّقْوَى وَاتَّقُواْ اللّهَ إِنَّ اللّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ


QS Al Maidah, 5:8. Hai orang-orang yang beriman, hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.


Orientalis Bernard Lewis menohok kesadaran kita lewat bukunya What Went Wrong (2002). Lewis mengurai ‘teori’nya mengenai apa yang salah dengan umat Islam sehingga menjadikannya mundur dan tertinggal dari Barat. Walaupun pemikiran Bernard Lewis dihantam habis oleh kritik, ada beberapa bagian yang baik dijadikan cermin. Untuk meringkas, Bernard Lewis menyebut bahwa masyakarat Islam (yang ia maksud adalah Islam di Timur Tengah dan juga Ottoman di Turki) menjadi terbelakang antara lain karena semakin lama menjadi semakin inward-looking.

Ada baiknya kita berkelana, menyusuri berbagai budaya, pemikiran dan kebijaksanaan dari ummat lain yang mungkin berbeda dengan kita. Mereka yang tidak menyimpan keinginan mengembara, fisik ataupun non-fisik, akan menjadi katak dalam tempurung, menyimpan rasa nyaman yang semu dalam keterbatasan pandangannya. Seperti dituturkan penulis Oscar Wilde: "Anyone who lives within their means suffers from a lack of imagination".

Air akan selalu jernih jika terus mengalir. Biarkan orang berteori-konspirasi ria, setidaknya kita bisa mendapatkan informasi tambahan untuk dianalisa. Namun sebagai ummat Islam tentu kita harus mengembalikan pada Al Qur'an Al Kariim sebagai penuntun hidup manusia.
0

burgerkill biography






Ini merupakan sebuah cerita pendek dari 12 tahun perjalanan karir bermusik dari sebuah band super keras yang telah menjadi fenomena di populasi musik keras khususnya di Indonesia. Sebuah band yang namanya diambil dari selewengan sebuah nama restaurant fast food asal Amerika, ya mereka adalah Burgerkill band asal origin Ujungberung, tempat orisinil tumbuh dan berkembangnya komunitas Death Metal / Grindcore di daerah timur kota Bandung. Band lulusan scene Uber ( nama keren Ujungberung ) selalu dilengkapi gaya Stenografi Tribal dan musik agresif yang super cepat, Jasad, Forgotten, Disinfected, dan Infamy to name a few.
Burgerkill berdiri pada bulan Mei 1995 berawal dari Eben, scenester dari Jakarta yang pindah ke Bandung untuk melanjutkan sekolahnya. Dari sekolah itulah Eben bertemu dengan Ivan, Kimung, dan Dadan sebagai line-up pertamanya. Band ini memulai karirnya sebagai sebuah side project yang ga punya juntrungan, just a bunch of metal kids jamming their axe-hard sambil menunggu band orisinilnya dapat panggilan manggung. Tapi tidak buat Eben, dia merasa bahwa band ini adalah hidupnya dan berusaha berfikir keras agar Burgerkill dapat diakui di komunitasnya. Ketika itu mereka lebih banyak mendapat job manggung di Jakarta melalui koneksi Hardcore friends Eben, dari situlah antusiasme masyarakat underground terhadap Burgerkill dimulai dan fenomena musik keras tanpa sadar telah lahir di Indonesia.
Walhasil line-up awal band ini pun tidak berjalan mulus, sederet nama musisi underground pernah masuk jajaran member Burgerkill sampai akhirnya tiba di line-up solid saat ini. Ketika dimulai tahun 1995 mereka hanya berpikir untuk manggung, pulang, latihan, manggung lagi dst. Tidak ada yang lain di benak mereka, tapi semuanya berubah ketika mereka berhasil merilis single pertamanya lewat underground phenomenon Richard Mutter yang merilis kompilasi cd band-band Bandung pada awal 1997. Nama lain seperti Full Of Hate, Puppen, dan Cherry Bombshell juga bercokol di kompilasi yang berjudul “Masaindahbangetsekalipisan” tersebut. Memang masa itu masa indah musik underground. Everything is new and new things stoked people! Tidak tanggung lagu Revolt! dari Burgerkill menjadi nomor pembuka di album yang terjual 1000 keping dalam waktu singkat ini.
Setelah mengenal nikmatnya menggarap rekaman, anak anak ini tidak pernah merasa ingin berhenti, dan pada akhir tahun 1997 mereka kembali ikut serta dalam kompilasi “Breathless” dengan menyertakan lagu “Offered Sucks” didalamnya. Awal tahun 1998 perjalanan mereka berlanjut dengan rilisan single Blank Proudness, pada kompilasi band-band Grindcore Ujungberung berjudul “Independent Rebel”. Yang ketika itu dirilis oleh semua major label dengan distribusi luas di Indonesia dan juga di Malaysia. Setelah itu nama Burgerkill semakin banyak menghias concert flyers di seputar komunitas musik underground. The Antics went higher, semakin banyak fans berat menunggu kehadiran mereka diatas panggung. Burgerkill sang Hardcore Begundal!
Disekitar awal tahun 1999, mereka mendapat tawaran dari perusahaan rekaman independent Malaysia, Anak Liar Records yang berakhir dengan deal merilis album Three Ways Split bersama dengan band Infireal (Malaysia) dan Watch It Fall (Perancis). Hubungan dengan network underground di Malaysia dan Singapura berlanjut terus hingga sekarang. Burgerkill menjadi langganan cover zine independent di negara-negara tersebut dan berimbas dengan terus bertambahnya fans mereka dari negeri Jiran. Di tahun 2000, akhirnya Burgerkill berhasil merilis album perdana mereka dengan title “Dua Sisi” dan 5000 kaset yang di cetak oleh label indie asal Bandung, Riotic Records ludes habis dilahap penggemar fanatik yang sudah tidak sabar menunggu sejak lama. Di tahun yang sama, band ini juga merilis single “Everlasting Hope Never Ending Pain” lewat kompilasi “Ticket To Ride”, sebuah album yang benefitnya disumbangkan untuk pembangunan sebuah skatepark di kota Bandung.
Single terakhir menjadi sebuah jembatan ke era baru Burgerkill, dimana masa awal mereka lagu-lagu tercipta hasil dari pengaruh band-band Oldschool Hardcore, Name it: Minor Threat, 7 Seconds, Gorilla Biscuits, Youth of Today, Sick of it All, Insted, Etc. Seiring dengan waktu, mereka mulai untuk membuka pengaruh lain. Masuklah pengaruh dari band band Modern Metal dan Newschool Hardcore dengan beat yang lebih cepat dan lebih agresif, selain itu juga riff-riff powerchord yang enerjik menjadi bagian kental pada lagu-lagu Burgerkill serta dilengkapi oleh fill-in gitar yang lebih menarik. Anak-anak ini memang tidak pernah puas dengan apa yang mereka hasilkan, mereka selalu ingin berbuat lebih dengan terus membuka diri pada pengaruh baru. Hampir semua format musik keras dilahap dan di interprestasikan kedalam lagu, demikianlah Burgerkill berkembang menjadi semakin terasah dan dewasa. Lagu demi lagu mereka kumpulkan untuk menjadi sebuah materi lengkap rilisan album kedua.
Beberapa Mainstream Achievement pun sempat mereka rasakan, salah satunya menjadi nominator Band Independent Terbaik ala majalah NewsMusik di tahun 2000. Awal tahun 2001 pun mereka berhasil melakukan kerjasama dengan sebuah perusahaan produk sport apparel asal Amerika: PUMA yang selama 1 tahun mensupport setiap kali Burgerkill melakukan pementasan. Dan sejak Oktober 2002 sebuah produk clothing asal Australia: INSIGHT juga mensupport dalam setiap penampilan mereka.
Pertengahan Juni 2003, Burgerkill menjadi band Hardcore pertama di Indonesia yang menandatangani kontrak sebanyak 6 album dengan salah satu major label terbesar di negeri ini, Sony Music Entertainment Indonesia. Dan setelah itu akhir tahun 2003, Burgerkill berhasil merilis album kedua mereka dengan title “Berkarat”. Lagu-lagu pada album ini jauh lebih progressif dan penuh dengan teknik yang lebih terasah dibandingkan album sebelumnya. Hampir tidak ada lagi nuansa straight forward dan moshpart sederhana ala band standard Hardcore yang tercermin dari single-single awal mereka. Pada sector vocal dengan tetap mengedepankan nuansa depresif dan kelam, karakter vocal Ivan sang vokalis Bengal lebih berani dimunculkan dengan penulisan bahasa pertiwi dan artikulasi kata yang lebih jelas. Dan di sector musik pun, Toto, Eben, Andris dan gitaris baru mereka Agung semakin berani menjelajahi daerah-daerah baru yang sebelumnya tidak pernah dijajaki kelompok musik keras manapun di Indonesia.
Sebuah kejutan hadir pada pertengahan tahun 2004, lewat album “Berkarat” Burgerkill masuk kedalam salahsatu nominasi dalam salah satu event Achievement musik terbesar di Indonesia “Ami Awards”. Dan secara mengejutkan mereka berhasil menyabet award tahunan tersebut untuk kategori “Best Metal Production”. Sebuah prestasi yang mungkin tidak pernah terlintas di benak mereka, dan bagi mereka hal tersebut merupakan sebuah tanggung jawab besar yang harus mereka buktikan melalui karya-karya mereka selanjutnya.
Di awal tahun 2005 di tengah kesibukan mereka mempersiapkan materi untuk album ketiga, Toto memutuskan untuk meninggalkan band yang telah selama 9 tahun dia bangun bersama. Namun kejadian ini tidak membuat anak-anak Burgerkill putus semangat, mereka kembali merombak formasinya dengan memindahkan Andris dari posisi Bass ke posisi Drums dan terus melanjutkan proses penulisan lagu dengan menggunakan additional bass player. Sejalan dengan selesainya penggarapan materi album ketiga, tepatnya November 2005, Burgerkill memutuskan kontrak kerjasama dengan Sony Music Entertainment Indonesia dikarenakan tidak adanya kesepakatan dalam pengerjaan proyek album ketiga. So guys…these kids always have a great spirit to keep blowing their power, dan akhirnya mereka sepakat untuk tetap merilis album ke-3 “Beyond Coma And Despair” di bawah label mereka sendiri Revolt! Records di pertengahan Agustus 2006. Album ketiga yang memiliki arti sangat dalam bagi semua personil Burgerkill baik secara sound, struktur, dan format musik yang mereka suguhkan sangat berbeda dengan dua album sebelumnya. Materi yang lebih berat, tegas, teknikal, dan berani mereka suguhkan dengan maksimal disetiap track-nya.
Namun tak ada gading yang tak patah, sebuah musibah terbesar dalam perjalanan karir mereka pun tak terelakan, Ivan sang vokalis akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya ditengah-tengah proses peluncuran album baru mereka di akhir Juli 2006. Peradangan pada otaknya telah merenggut nyawa seorang ikon komunitas musik keras di Indonesia. Tanpa disadari semua penulisan lirik Ivan pada album ini seolah-olah mengindikasikan kondisi Ivan saat itu, dilengkapi alur cerita personal dan depresif yang terselubung sebagai tanda perjalanan akhir dari kehidupannya. “Beyond Coma And Despair” sebuah album persembahan terakhir bagi Ivan Scumbag yang selama ini telah menjadi seorang teman, sahabat, saudara yang penuh talenta dan dedikasi dengan disertai karakter karya yang mengagumkan. Burgerkill pun berduka, namun mereka tetap yakin untuk terus melanjutkan perjalanan karir bermusik yang sudah lebih dari 1 dekade mereka jalani, dan sudah tentu dengan menghadirkan seorang vokalis baru dalam tubuh mereka saat ini. Akhirnya setelah melewati proses Audisi Vokal, mereka menemukan Vicki sebagai Frontman baru untuk tahap berikutnya dalam perjalanan karir mereka.
Dan pada awal Januari 2007 mereka telah sukses menggelar serangkaian tour di kota-kota besar di Pulau Jawa dan Bali dalam rangka mempromosikan album baru mereka. Target penjualan tiket di setiap kota yang didatangi selalu mampu mereka tembus, dan juga ludesnya penjualan tiket di beberapa kota menandakan besarnya antusiasme masyarakat musik cadas di Indonesia terhadap penampilan Burgerkill. A written story just wouldn’t enough, tunggu kejutan dan dengarkan album baru mereka, tonton konsernya dan rasakan sensai musik keras yang tak akan kamu lupakan…BURGERKILL HARDCORE BEGUNDAL IN YOUR FACE, WHATEVER!!!
0

Bring Me The Horizon Biography




 Bring Me the Horizon (atau sering BMTH sebagaimana dimaksud) adalah sebuah deathcore band dari Sheffield, Yorkshire. Band ini dibentuk pada tahun 2004 dari anggota band lainnya di dalam area lokal. [1] Mereka telah memasukkan unsur-unsur death metal dan metalcore di musik mereka, yang mengakibatkan genrenya terbaik digambarkan sebagai suara deathcore ke dalam album perdana mereka " Count Your Blessings "yang dirilis 30 Oktober 2006.

Mereka saat ini menandatangani kontrak dengan label Visible Noise Records, tapi pada awalnya masuk ke label rekaman Thirty Days of Night Records. Mereka juga band pertama yang akan ditandatangani sesuai dengan label. Mereka telah melakukan tur di masa lalu dengan band-band seperti Lostprophets (judul), The Blackout; Killswitch Engage (judul) dan The Haunted. Mereka melakukan tur headlining di Inggris selama bulan Maret dan April dengan sekarang mati Metalcore band saya Tewas Prom Queen.

Mereka juga dikonfirmasi untuk dapat bermain Download Festival 2007 di bulan Juni juga dengan Iron Maiden, Slayer dan lain-lain.

Oli Sykes dan Matt Nicholls yang menjadi vegetarian dan membuat ini terkenal. Mereka bergabung dalam kampanye PETA terhadap KFC.

Dalam keadaan mabuk Oli Sykes Kerrang pernah mengatakan kepada seorang wartawan bahwa "kita [Bring Me the Horizon] adalah over-rated, EP kami sial, dan hanya anak-anak seperti kita karena saya [Oli's] rambut"
0

Slipknot Biography


Slipknot's mix of grinding, post-Korn alternative metal, Marilyn Manson-esque neo-shock rock, and
rap-metal helped make them one of the most popular bands in the so-called nu-metal explosion of the late '90s. But even more helpful was their theatrical, attention-grabbing (some critics said ridiculous) image: the band always performed in identical industrial jump suits and homemade Halloween masks, and added to its mysterious anonymity by adopting the numbers zero through eight as stage aliases. Add to that a lyrical preoccupation with darkness and nihilism, and an affectionately insulting name for their fans ("Maggots"), and Slipknot's blueprint for nu-metal success was set.


Slipknot were formed in late 1995 in the unlikely locale of Des Moines, IA; after some early personnel shifts, the nine-piece lineup settled around (in order from number zero to number eight): DJ Sid Wilson, drummer Joey Jordison, bassist Paul Grey, percussionist Chris Fehn, guitarist James Root, sampler/programmer Craig Jones, percussionist Shawn "Clown" Crahan, guitarist Mick Thompson, and lead vocalist Corey Taylor. The music scene in Des Moines wasn't much to speak of, and the band's big-time ambition was usually met with disbelief and ridicule, which provided the initial spark for its mostly anonymous stage visuals. On Halloween 1996, Slipknot self-released an album called Mate. Feed. Kill. Repeat., which began to build a buzz around the group once it found its way to several labels. It was picked up for distribution by the Nebraska-based -ismist label, and also caught the attention of Roadrunner Records, which signed Slipknot in 1997. Working with producer Ross Robinson, Slipknot recorded their official, self-titled debut album, which was released in 1999. They gradually built an audience through near-constant touring, working their way up to the summer Ozzfest package tour, which really expanded their audience. Their live shows were a much-discussed hit with metal fans, and the band performed with such energy that Crahan gashed his head open on his own drum kit twice that summer, requiring stitches both times. The tracks "Wait and Bleed" and "Spit It Out" got the band some airplay, but most of the buzz came from touring and word of mouth. Finally, in the spring of 2000, Slipknot was certified platinum; the first such album in Roadrunner's history.


The anticipation for Slipknot's follow-up was intense, and many industry observers predicted that it would debut at number one; however, faced with some stiff competition that week, the band's sophomore effort, Iowa, bowed at number three upon its release in 2001. More heavy touring followed, including another, more prominent slot on that summer's Ozzfest. After a long spell on the road, Slipknot took a break while the members worked on side projects. The band set up its own label, Maggot Recordings, and signed a band called Downthesun, whose lead singer had served as Crahan's drum technician. Wilson, meanwhile, began DJing solo under the name DJ Starscream, and Root and Thompson both worked on solo material. Drummer Jordison worked with a side group called the Rejects, where he'd actually served for quite some time as guitarist. Taylor, meanwhile, started a side band called Superego, and also contributed a solo song, "Bother," to the soundtrack of the 2002 blockbuster Spider-Man. That May, the band got some amusing press when some of its fans discovered the website of a British crocheting group also called "Slipknot," and flooded the members' in-boxes with excessively rude e-mails. Guitarist Joey Jordison and Static-X guitarist Tripp Eisen teamed that summer for the Murderdolls project, while Taylor reformed his old band Stone Sour and released an album. By the winter, Slipknot had still not reunited and Taylor wrote a commentary on the band's website stating that they had not spoken in months, and that they'd rather break up than become "the next Gwar". The statement sparked a quickly resolved minifeud between Taylor and Gwar frontman Oderus Urungus. but it also sent many of the Maggots into a tailspin. By early 2003, Taylor had retracted his comments, and announced plans for a new Slipknot album. By August, the entire squad had decamped Iowa for LA, where they began work on the new record with famously bearded producer Rick Rubin. "Pulse of the Maggots" appeared in early 2004 as an exclusive download; it was followed by a full track listing for Vol. 3: [The Subliminal Verses], which was slated for a May release. Slipknot then embarked on a brief tour as a warm-up for their dates headlining Ozzfest that summer. The group also debuted a fully-redesigned third generation of their famous masks. On May 25th, the Subliminal Verses finally dropped, to the usual clamor of great fanfare and furious anger. ~ Steve Huey, All Music Guide.
0

CALIBAN BIOGRAPHY

Grup beraliran metalcore asal Jerman ini dibentuk sekitar tahun 1997 di Hattingen, Jerman.

Grup yang awalnya bernama Never Again ini harus menunggu selama dua tahun sebelum akhirnya berhasil melepas album perdana mereka. Album berjudul A SMALL BOY AND A GREY HEAVEN ini mendapat komentar positif dari para kritikus musik saat itu.
 
Saat ini, Caliban dipunggawai oleh lima orang, Andreas Dörner, Denis Schmidt, Marc Görtz, Marco Schaller, danPatrick Grün. Sejak didirikan, grup ini sempat berkali-kali berganti formasi

Delapan album sudah dimiliki grup yang lebih suka jika disebut sebagai grup band hardcore ini termasuk THE AWAKENING yang dilepas tahun 2007 kemarin.