0

System of A Down (SOAD) biography


System of A Down (SOAD) adalah sebuah band beraliran metal dari Amerika.
Meskipun basic musik SOAD adalah metal tapi didalam lagu2 mereka sangat bervariasi Gaya musik System Of A Down sebenarnya agak-agak sama seperti band metal lain di era akhir 90-an. Cirinya adalah punya gaya perpaduan antara underground thrash metal dan musik alternative rockers. Untungnya gaya neo-gothic alternative metalnya System Of A Down berhasil diterima orang banyak dengan campuran ska, punk, ballads, hingga musik timur tengah.
Musik SOAD sangat original dan banyak pengamat musik mengatakan SOAD telah menciptakan aliran musik sendiri yang sangat unik, keras, tapi enak di dengar.
SOAD terdiri dari 4 personil, ke empat personelnya berasal dari Armenia, tapi mereka tinggal di Amerika.
*Serj Tankian : Vokal, keyboard
*Daron Malakian. : Gitar, vokal
*John Dolmayan : Drum
*Shavo Odadjian : Bass
Band ini sebelumnya bernama “SOIL” dan berubah nama menjadi SOAD setelah John masuk menggantikan drummer sebelumnya.
Vokalis Serj Tankian, gitaris Daron Malakian, basis Shavo Odadjian, dan drummer John Dolmayan membentuk System of a Down wilayah selatan California di pertengahan tahun 90-an.
Ketenaran mereka lewat promosi “word of mouth” rupanya cukup memberikan mereka bekal untuk ngegaet Columbia Records. Di tahun 1998 mereka mengeluarkan album perdana dan langsung pasang aksi dengan ikutan tur Slayer dan Ozzfest.
Gara-gara tur itu jugalah System Of A Down akhirnya berhasil ngedapetin predikat Gold Lagu-lagu mereka terutama terkenal selain gayanya yang inovatif, dengan sentuhan musik Armenia. Selain itu isinya juga berisikan ide, pandangan-pandangan, dan apa yang mereka rasakan bukan hanya karangan sang penulis semata.
Serj Tankian sebagai anggota yang cukup menonjol, memaparkan ide-ide politiknya dalam lagu-lagu SOAD. Mulai dari kampanye rekonisi terhadap Genocides Armenia oleh pemerintah Turki yang terus mereka usung, hingga masalah sosial-politik seperti konsumerisme, perang, globalisasi, lingkungan, dan Kekerasan.
Selain itu, mereka menulis lagu tentang perubahan atau transformasi pemikiran mereka.
Kompas pernah menulis article tentang band ini dengan judul “Band Keras Anti Kekerasan”.
Pemikiran Serj cukup di pengaruhi oleh pengamat politik kiri AS Noam Chomsky. Serj Tankian bersama Tom Morello mantan gitaris Rage Against The Machine mendirikan LSM Politik dengan nama Axis of Justice (nama LSM ini merupakan plesetan sarkastis dari salah satu pidato Presiden AS yang menyebut 3 negara sebagai Axis of Evil).
SYSTEM OF A DOWN di tangan Produser Rick Rubin berhasil keluar dan menunjukkan dirinya ke dunia.
SYSTEM OF A DOWN bukan band yang dibentuk karena industri.
Mereka berempat emang dari asalnya udah begitu jadinya, liar dan sangar, terus ngebentuk band yang menghipnotis dunia lewat gayanya.
Natural banget musiknya mengalir tanpa dibentuk-bentuk atau di buat-buat dan dituntut oleh kemauan pasar, gak kaya boy/girl band yg di buat2 nongol karna permintaan pasar industri musik.
Justru SYSTEM OF A DOWN berhasil membuat pasar menyukai bahkan menggilai musiknya. Bahkan lewat cengkok Armenia-nya itu menjadikan SYSTEM OF A DOWN sebagai band yang tanpa tandingannya. Malah sukses banget di Amrik yang terkenal rasis berat. Di album Mezmerize, Rick Rubin memperhatikan detil-detil kelebihan masing-masing dari diri SERJ TANKIAN (Vokal), SHAVO ODADJIAN (Bass), DARON MALAKIAN (Gitar) dan JOHN DOLMAYAN (Drums) sehingga membentuk orkestrasi maha dahsyat lewat lagu-lagu yang tercipta Lagu-lagu SOAD, kebanyakan diciptakan oleh Daron dan Serj, banyak mengusung masalah sosial, politik, dan kelestarian lingkungan.
SOAD adalah salah satu band di Amerika yang paling vokal menentang invasi pasukan Amerika ke Irak dan Afghanistan. Bahkan SOAD membuat banyak lagu yang isinya memprotes keras pemerintahan Amerika pimpinan George Bush seperti lagu War, Chop Suey!, Soldier Side, Boom!!, BYOB, dll. Video Klip Boom dan BYOB menjadi video metal terbaik di MTV musik awards 2004 dan 2005. BYOB (Bring Your Own Bomb) sangat jelas mengkritik Pemerintah Amerika (dan sekutunya) yg tidak berhenti membunuh orang tak berdosa di timur tengah dan sangat jelas menyindir George Bush yang menggunakan nyawa para tentara Amerika demi kepentingan negara
SOAD merilis album pertama, self titled, pada tahun 1999. Lagu-lagu yang membuat SOAD mulai dikenal di amerika antara lain “War” (secara tegas menolak segala bentuk peperangan), “Sugar”(menjadi soundtrack beberapa game di Amrik), “Suite-Pee” (lagu yg kontroversial karena berbau SARA), dan “Spider”. Cover album pertama adalah telapak tangan Serj yang seolah minta pertolongan.
Album kedua berjudul “Toxicity” dirilis 2001. Album inilah yang membuat SOAD dikenal luas di seluruh dunia. Single “Chop-Suey!” sangat terkenal di kalangan penggemar musik, video klipnya diputar hampir setiap hari di MTV. Beberapa Kalangan memprotes lagu ini karena sedikit menyindir tradegi World Trade Center. Lagu lain yang dijadikan video klip adalah “Toxicity” dan “Aerials”. Salah satu kalimat di lagu “Aerials” : “Life is a waterfall, we’re one in the river and one again after the fall. Aerials, in the sky, when you lose small mind you free your eyes”. Lagu lain adalah “ATWA” yang mengajak manusia menyelamatkan Air, Trees, Water and Animals. Cover album ini adalah tulisan System of A Down di bukit Hollywood.
Album ketiga berjudul “Steal This Album”. Cover album ini cukup unik karena hanya ada tulisan “Steal This Album!!”, didalam albumnya tidak ada lirik ataupun foto-foto. Album ini dirilis pada 2003 menanggapi pembajakan lagu-lagu mereka di internet. SOAD bukannya marah, justru menambahkan lagu2 baru dari album terbarunya ke website tersebut!!! Lagu “Boom!!” sempat menghebohkan Amerika dengan lirik dan lagunya yang menghujat George Bush.
Album keempat dan kelima dibuat berseri. Album “Mesmerize” keluar pada awal 2005, sedang “Hypnotize” dirilis akhir 2005. Covernyapun mirip, berupa gambar imajinasi yang dibuat oleh ayah Daron. Lagu yang paling terkenal dari 2 album ini adalah “BYOB” atau Bring Your Own Bomb. Lagu ini mengkritik pemerintah Amerika yang mengirim tentara ke Irak dan menyebabkan ribuan tentara AS mati. Video Klip “BYOB” menjadi the best metal video di MTV Music Awards 2005. Lagu lain adalah “Lonely Day”, “Soldier Side”, Lost in Hollywood”, “Cigaro”, “Question” dan “This Cocaine make me feel i’m on this song”.
isi album Hypnotize ini bakal berisikan 12 lagu dan juga beberapa karya seni/artwork dari Vartan Malakian, ayah dari gitaris SOAD Daron Malakian.
Cover albumnya bakal di-desain untuk menjadi pasangan yang tepat buat cover album sebelumnya, Mezmerize.
Menjadikan kedua album ini sebuah karya seni yang saling berhubungan.
Hubungan antara dua album ini juga kerasa di cuplikan-cuplikan behind-the-scenes yang memperlihatkan proses pembuatan album ini.
Kedua album ini, Mezmerize dan Hypnotize bakal terhubung secara musik dalam lagu Soldier Side Intro yang jadi lagu pembuka album Mesmerize dan Soldier Side yang jadi lagu terakhir di album Hypnotize. album ini menyuguhkan irama rock bertegangan tinggi. Simak saja unggulan dari album ini yang bertitel Hypnotize berhasil menyihir telinga kita dengan raungan-raungan gitar yang cadas namun irama yang masih catchy.
Album sebelumnya yang bertitel MEZMERIZE sukses dipasaran.
Buktinya single BYOB dan Question bertahan terus di #1 di 12 negara dan ini menjadikan SYSTEM OF A DOWN sebagai ‘the most innovative rock band’ versi majalah rock kelas dunia, Kerrang!.
Shavo Odadjian sepertinya yg jadi sutradara lagi buat video klip album Hypnotize.
Bangku sutradara sudah dapat dipastikan bakal diisi oleh sang basis.
Hmm we can’t wait for the result. Video klip yang akan dishoot di Van Andel Arena ( Grand Rapids, Michigan) ini sebenarnya merupakan proyek kedua Shavo setelah dia juga menyutradarai video klip untuk lagu “Question!”.
“Ini bakal jadi konsep video yang benar-benar live.
Sebelumnya memang pernah kita main dan ada beberapa fans yang ikut di shoot, tapi kalau main di arena besar dimana suasananya sudah kaya konser, baru sekarang ini.
Setelah ngegelar tur keliling Eropa, dan melakukan tur grilya di 9 kota Amerika. Salah satunya adalah penampilan mereka di California.
Tepatnya di Long Beach Arena, California, SOAD menghadirkan pertunjukan yang benar-benar rock & roll.
Konser yang sold-out ini dibuka oleh Mars Volta yang punya penampilan gitar spektakuler, dan permainan visual yang manis dari proyektor.
Bahkan ada yang bilang penampilan Mars Volta lebih berkesan lantaran lebih mengutamakan visual dan penampilan duet gitaris Omar Rodriguez-Lopez dan pentolan SOAD Serj Tankian nampaknya jadi daya tarik tersendiri, belum lagi gitaris Red Hot Chili Peppers, John Frusciante, yang secara mengejutkan ikutan jamming bareng Mars Volta.Waktu SOAD manggung, uda bisa ditebak dong lagu-lagu apa yang bakal dikumandangkan? Udah pasti lagu jagoan macam “B.Y.O.B.” dan “Revenga” dikeluarin. Tapi rupanya System ga ngelupain nomer-nomer lama karena mereka juga ngambil beberapa lagu dari album debut mereka dan album Toxicity. Berbeda 180 derajat dengan penampilan band pembukanya, penampilan SOAD minim kelengkapan visual dan panggung dibiarin kosong gitu aja (cuma ada deretan ampli yang keliatan).
Penampilan yang ‘minimalis’ ini sepertinya emang disengaja, karena niat SOAD dari awal adalah menampilkan pertunjukan yang cuma rock music (tanpa embel-embel lain).
Dan sepertinya pesan ini bisa ditangkep dengan cepat oleh fansnya karena pas mereka ngebawain “Chop Suey!” bendera kebangsaan Armenian langsung mewarnai lautan penonton dan penggemarnya langsung sibuk ngebuat mosh pits.
Untungnya gara-gara set yang minimalis tadi, SOAD bisa bener-bener ngebuat fansnya konsentrasi total sama lagu-lagu yang dibawain.
Lagu-lagu dari album Mezmerize bener-bener jadi highlight malam itu, terutama pas grup ini ngebawain versi lagu “Cigaro” dengan akustik gitar dan mainin lagunya dengan versi yang menjurus ke klasik. Fansnya langsung nyalain lighter dan ngacungin tangan ke atas, yang ngga punya lighter nggak mau kalah dengan ngangkat hp mereka ke atas.
Serj Tankian, vokalisnya System of a Down ternyata sangat peduli dengan genocide. Genocide ini adalah pemusnahan etnik, agama atau kelompok lain, contoh yang paling terkenal sih genocide terhadap kaum Yahudi sebanyak 6 juta orang selama perang dunia ke-II.
Kenapa Serj Tankian ngotot mendukung perealisasian undang-undang ini?
Pada saat teman-teman sebandnya lagi sibuk persiapan untuk shooting video klip terbaru nya System of a Down, Serj Tankian, sang vokalis malah ngikut demo di Chicago.
Serj Tankian ternyata udah ngebuat janji pada kakeknya yang berusia 97 tahun yang merupakan orang Armenia, kalau ia bakal berusaha sebaik mungkin untuk meyakinkan anggota kongres, Dennis Hastert untuk merealisasikan Armenian Genocide Resolution.
Perjuangan Tankian untuk membuat resolusi ini diakui sudah dimulai sejak tahun 2000.
Tankian bergabung dengan anggota dari Armenian National Committee of America, Armenian Youth Federation dan organisasinya yang bernama Axis of Justice dalam sebuah demo besar-besaran untuk memberlakukan resolusi yang nantinya akan mengakui peristiwa pembantaian sekitar 1,5 juta warga Armenia sejak tahun 1915 hingga 1923. “Semua ada di tangan Dennis Hastert,” Tankian juga menambahkan kalau, “Gue yakin banget kalau ini semua emang perlu lobi ke pihak pemerintahan”
BushDaron Malakian yang lahir di Hollywood California 18 juli 1975 ini Saat masih berusia 6 tahun sudah mendengarkan album-album dari nama-nama besar seperti Van Halen, Iron Maiden, Judas Priest, Motley Crue, Ozzy Osbourne.
Namun 6 tahun kemudian ia mulai merasa sreg setelah mendengar musik-musik trash dari band-band seperti Slayer.
Dari sini kemudian Daron mulai banyak bermain musik-musik beraliran Metal. Kemudian pada saat berusia 17 tahun ia mulai banyak mendengarkan musik-musik The Beatles. John Lennon menjadi influence terbesarnya dalam menulis lagu.
Jika anda menyimak lirik-lirik lagu System Of a Down, semuanya merupakan lirik-lirik bertema sosial, perang, dan kritik terhadap pemerintah.
Beberapa saat kemudian Daron bertemu dengan Serj Tankian dan akhirnya sepakat membentuk band bersama-sama.
Kemudian bergabunglah Shavo Odadjian pada bass dan John Dolmayan pada drum. Mereka pun menamai band mereka System Of a Down (SOAD).
Band ini mulai menyita perhatian publik Los Angeles. Meski masih menjadi band lokal pun ternyata jumlah fans fanatiknya bisa dibilang sangat besar. Akhirnya pada tahun 1997, produser Rick Rubin mengambil alih SOAD. Setahun kemudian SOAD merilis album perdananya dan mulai menjadi artis pembuka untuk Slayer dan hajatan musik Metal, Ozzfesst.
Lalu pada tahun 2001 berhasil menjual 6 juta copy untuk album “Toxicity”.
Kesuksesan SOAD tak bisa lepas dari polesan Daron yang menciptakan sebagian besar lagu-lagunya. Terutama dalam hal lirik lagu.
Nama Daron Malakian mulai diakui oleh penggila musik-musik Metal, terutama di kawasan LA. Bahkan beberapa waktu lalu ia menempati peringkat ke-4 dalam polling gitaris terbaik versi majalah Metal Edge Magazine. Hal tersebut memang masuk akal mengingat sulitnya musik-musik beraliran metal menembus angka penjualan yang fantastis.
Terlebih lagi di Indonesia, mengusung distorsi kenceng sangat kurang diminati di pasaran dan label pun gak ada yg mau ngepromotnya beruntung di Indonesia masih punya LOGISS Record.
Namun album terbaru SOAD bahkan bisa bertengger di posisi pertama puncak tangga-tangga lagu di beberapa media.
Di album Toxicity, Daron menggunakan stem gitar drop D (turun 1 nada) kecuali senar 6 turun 2 nada. Mulai dari senar 1 sampai 6 urutannya : D,A,F,C,G,C. Tapi di album terbaru, ia memakai steman D#,A#,F#,C#,G#,C#.
Sudah tidak asing lagi tentang kabar keretekan band ini, namun Gitaris grup System Of A Down, Daron Malakian, membantah bahwa keretakan yang terjadi dalam tubuh band tersebut telah memaksa mereka ‘break’ dan mengatakan bahwa ‘perbedaan yang kreatif’-lah yang membuat mereka menghadapi masa kevakuman.Grup beraliran rock pelantun tembang Chop Suey! itu membantah spekulasi yang menyebut bahwa mereka kini tengah diambang perpecahan karena adanya konflik antar personil, dengan mengatakan bahwa masing-masing anggota hanya ingin berkonsentrasi pada ‘proyek sampingan’ yang dipunyai.Daron mengatakan pada majalah musik Inggris, Kerrang, “Anda pasti paham bagaimana jika orang berpisah untuk sementara waktu karena memiliki perbedaan pendapat. Saya hanya ingin mengatakan bahwa dalam tubuh System tak ada kebencian. Perbedaan itu hal yang biasa dan bukannya jadi permusuhan.”"Saya mengenal pribadi Serj (Tankian – lead vocal) dan ia punya beberapa rencana yang ingin ia wujudkan. Dan hal itu tak bisa ia lakukan dalam System. Begitu juga dengan saya. Saya juga punya keinginan lain yang tentu saja tak bisa saya wujudkan dalam System,” tandasnya.
0

THE S.I.G.I.T BIOGRAPHY


Mari menyimak kisah Rektivianto Rekti Yoewono tentang hal yang mendorong dirinya untuk menamakan band-nya The S.I.G.I.T.: Awalnya itu, saya kalau lagi nggak ada kerjaan, kalau lagi di Internet suka ke Google, iseng nyari nama sendiri. "Rekti" kalau di luar apa ya?,tutur vokalis-gitaris berusia 25 tahun itu. Terus ngetik nama bapak saya, Sigit. Terus ternyata, Sigit.com itu Science Interest Group anjing, keren juga ya. Jadi gue cari kata-kata sendiri.

Cerita itu dapat mewakili sisi intelek sekaligus humoris yang terdapat pada The Super Insurgent Group of Intemperance Talent, kuartet asal Bandung yang menggabungkan tema lirik yang kontemplatif dengan musik rock & roll primitif, di mana Led Zeppelin, The Clash dan The Beatles menjadi pengaruh utama yang menyatukan selera keempat sahabat ini. Kami ter-influence lagu-lagu lama, tapi intinya kami memang suka ngerock, kata bassis Aditya Bagja Mulyana alias Adit, 25 tahun. “Bukan ngepop, karena kami bukan penyanyi yang baik [tertawa]!

The S.I.G.I.T. berasal dari pertemanan Rekti, Adit, gitaris R. Farri Icksan Wibisana alias Farri (23 tahun) dan drummer Donar Armando Ekana alias Acil (24 tahun).Sering main bareng, terus ada ritual liburan bareng-bareng berempat, kata Adit. Dalam salah satu perjalanan berempat ini, mereka menyaksikan penampilan band kakak Adit di Jakarta, lalu terdorong untuk membentuk sebuah band. Pas kami bentuk band, di Bandung lagi musim clubbing. Kami lagi eneg pada waktu itu, kata Acil.

Setelah sempat membawakan lagu-lagu The Stone Roses, The Seahorses dan The Charlatans di bawah nama The Cinnamons dan The You-Yous, akhirnya di tahun 2002 The S.I.G.I.T. mulai membawakan lagu-lagu ciptaan sendiri. Walau mereka muncul di saat garage rock sedang bangkit lagi di dunia musik, The S.I.G.I.T. enggan terjebak dalam kategori itu. Pada musim garage rock kami dicap garage, itu sesuatu yang ingin kami hindari dari dulu, kata Rekti, yang bernyanyi dengan lengkingan yang mengingatkan pada Robert Plant atau Jack White. Mau disebut apapun alirannya, kami bukan aliran itu.

Apapun alirannya, yang pasti nama The S.I.G.I.T. pelan-pelan terangkat berkat show mereka yang dahsyat, serta E.P. The Super Insurgent Group of Intemperance Talent yang dirilis pada tahun 2004 melalui Spills Records. Lalu album perdana yang dinanti-nantikan tak kunjung muncul, sebelum akhirnya di akhir 2006 mereka merilis Visible Idea of Perfection melalui FFCUTS, bagian dari label independen terkemuka di Bandung, FFWD Records.

Waktu itu belum ada label yang mau ambil kami, terus kami berpikiran, Ya udah, kalau belum ada label kita nabung, jalan sendiri. Sekalian matangin materi, kami rekam sendiri. Pas lagi jalanin, datanglah tawaran dari FFWD, kata Adit tentang masa absen itu. Tawaran itu rupanya datang tepat pada waktunya, karena Rekti sempat merasa frustrasi karena tak ada perkembangan, yang dituangkan ke lagu No Hook. Saya pernah merasa kalau main band begini nggak ada gunanya. Pokoknya sebelum keluar album agak sedikit putus asa. ˜Kok nggak bikin album ya? Padahal udah manggung terus. Sedang capek aja, katanya. Tapi pada akhirnya, ya udahlah, saya bertahanlah.

Walau wabah garage rock telah berlalu, The S.I.G.I.T. tidak merasa ketinggalan kereta selama kami punya konsep yang kuat, menurut Acil. Setelah masanya lewat dan orang masih menunggu, di situ saya berharap kalau kami bisa memanfaatkan keadaan ini untuk membuktikan bahwa kami bukan terbawa arus garage, kata Rekti. Saya sendiri nggak yakin kalau 2004 kami (bisa) bikin album seperti yang sekarang ini.

Visible Idea of Perfection (yang judulnya diambil dari buku Ideals & Idols: Essays On Values in History and in Art karya E.H. Gombrich) berisi 12 lagu, termasuk beberapa lagu dari E.P. yang direkam ulang dan dimasukkan ke album karena masih bisa diperjuangkan, menurut Farri. Lirik lagu dibuat dalam bahasa Inggris karena saya terus terang dari kecil kebanyakan dengar lagu berbahasa Inggris. Emang jarang dengerin lagu bahasa Indonesia, kata Rekti, penulis sebagian besar lirik.

Hal-hal yang menjadi topik lirik dapat dibilang menarik. Ada sebuah tema besar yang dapat ditangkap, yaitu ketidakpuasan terhadap kondisi sekitar. Live in New York bercerita tentang keinginan untuk hijrah ke tempat yang lebih menarik; New Generation menghujat lingkaran setan yang menghubungkan malnutrisi dengan kebodohan; dan empat lagu Let It Go,Save Me,Clove Doper dan Satan State“ adalah komentar terhadap sifat orang-orang di sekeliling saya, menurut Rekti, yang menyebut politikus, dosen, tokoh agama dan orang Indonesia pada umumnya. Kalau ada orang yang mengatakan ˜Saya orang suci, Anda tidak suci, saya membantah semua orang yang mengatakan bahwa ˜Saya superior dalam bidang tertentu. Bagi saya, itu adalah sesuatu yang tidak menarik dan tidak penting.

Tak semua lagu mengandung tema seberat itu. Soul Sister bercerita tentang teman SMP Rekti dan Adit yang memanfaatkan jasa seorang waria; Nowhere End dan All the Time malah bercerita tentang cinta, walau dengan sudut pandang yang tak biasa. Saya pernah mendapat e-mail yang membahas itu, dan itu bikin semangat untuk belajar lebih banyak lagi tentang bagaimana menulis lirik, daripada mendengar pujian yang lagu lo ngerock banget! kata Rekti. Senang sih, cuma itu saya anggap ya udahlah. Bisa berbahaya untuk diri sendiri. Saya berharap kalau ada yang mendengarkan dan memperhatikan lirik, apa yang saya maksud bisa sampai, dan kalau menyampaikan kritik sesuai dengan apa konteksnya.

Sumber : http://www.rollingstone.co.id/artist_detail/65/t/The-Sigit/0
0

KILLING ME INSIDE BIOGRAPHY


Band Killing Me Inside (Killms) adalah band bergenre Modern Rock / Emo yang dibentuk pada awal tahun 2006 dengan personilnya, yaitu : Sansan sebagai vokalis, Raka dan Josaphat sebagai gitaris, Onadio sebagai bassis dan Rendy pada drum. Pada pertengahan '08, Raka (gitaris) Killing Me Inside terpaksa mengundurkan diri untuk bergabung dengan band lain (Vierra) karena beberapa alasan.


"Gue harus mengundurkan diri dari band ini (Killms) karena adanya bentrok antara 2 band yaitu Killing Me Inside dan Vierra. Kedua band ini akan menjalankan kontrak dimana suatu pihak tidak membolehkan playernya untuk mempunyai lebih dari 1 band. Saat ini gue berada di posisi yang bagi gue hasil akhirnya sama skali bukan apa yang gua inginkan, dimana gue diharuskan untuk memilih Vierra yang disebabkan oleh "suatu faktor keluarga" yang sama sekali gak bisa gue tolak," kata Raka seperti yang dituliskan di Blog Myspace Killms.

Kemudian pada tahun itu, memasuki 2009, setelah beberapa kali manggung dan melakukan tour, Sansan (Vokalis) dan Rendy (Drum) meninggalkan band dan juga karena beberapa alasan. Sansan sebagai vokalis keluar karena memang pilihannya dia sendiri untuk keluar (sekarang ada di Pee Wee Gaskins) dan Rendy sebagai Drummer mengundurkan diri karena sibuk untuk rencana jangka panjangnya demi masa depan.

Formasi Killms setelah sansan dan rendy keluar adalah sebagai berikut: Onadio sebagai vokalis, Josaphat pada gitar, Agung pada bass dan Davi untuk menggantikan Rendy pada drum. Namun Setelah band ini beranjak sukses Agung selaku bassist keluar dari killing me inside jadi sekarang Killms hanya di gawangi 3 orang yaitu Onadio,Josaphat dan Davi. Album pertama band ini yaitu "A Fresh Start For Something New" yang hitsnya lagunya yaitu "The Tormented"album dapat di download dengan mengkilik di sini (pass:http://www.indieshow.biz). Dan sekarang
sumber : http://dixxzilla.blogspot.com/2010/01/biography-killing-me-inside-killms.html

pada september 2010 killing me inside meluncurkan album baru yg berjudul
" single september " yang hitsnya yg paling terkenal yaitu "biarlah"download lagu killms - biarlah disini

sumber : http://dixxzilla.blogspot.com/2010/01/biography-killing-me-inside-killms.html

Alamat Akun Killing Me Inside

Myspace : http://www.myspace.com/xxkillingmeinsidexx
Facebook : http://www.facebook.com/killingmeinside
Friendster : http://profiles.friendster.com/streetteamkillms
Twitter : http://www.twitter.com/killmsnews
0

ALESANA BIOGRAPHY


Walaupun anggota Alesana terlebih dulu mulai bermain bersama di Baltimore, Maryland, Alesana secara resmi terbentuk pada Oktober 2004 di Raleigh, North Carolina.
Nama Alesana secara langsung didapat dari Alice-anna St. dimana mereka tinggal dan bermain di Baltimore, MD. Alice-anna St.berada di Fells Point,kawasan Baltimore,


Alesana adalah band pertama yamg turut serta dalam Tragic Hero Records pada 2005, dan melepaskan debut EP mereka , Try This With Your Eyes Closed, pada Juni tahun itu. Mereka mengelilingi Amerika Serikat, termasuk pemunculan pada Cornerstone Festival, pada 2006, tambahan drummer baru dan seorang gitaris tambahan/vocalis di lineup mereka. menyusul, On Frail Wings of Vanity and Wax, pada musim panas 2006. Banyak lagu diilhami dari mythology orang Yunani. pada akhir 2006 Mereka melamar ke Fearless Records, pada awal 2008, On Frail Wings of Vanity and Wax di Billboard Heatseekers, mencapai puncaknya di #44. Alesana kembali ke studio untuk recording album , "Where Myth Fades To Legend." Album ini dirilis pada 3 Juni, 2008. Where Myth Fades To Legend adalah judul utama tur mereka dengan Sky Eats Airplane, Our Last Night, Lovehatehero, dan The Chariot.

Shane Crump baru-baru ini tampak di intro ke video ke 4 Alesana di purevolume dan menjadi vocalis baru di album baru itu. Album baru mereka, 'Where Myth Fades To Legend' sudah ada di torrent pada 25 Mei, 2008 dan dilepaskan secara resmi pada 3 Juni, 2008. Seluruh vocals wanita dilakukan oleh saudara perempuan Shawn Milke.


Members

Current members

* Dennis Lee - Screaming vocals (2004-present)
* Shawn Milke - Vocals, Guitar, Piano (2004-present)
* Patrick "Peezee" Thompson - Lead guitar (2004-present)
* Jeremy Bryan - Drums (2005-present)
* Jake Campbell - Rhythm guitar (2008-present)

* Shane Crump - Bass guitar, Vocals (2007-08; 2008-present) (Took a break from touring in summer 08, came back that November)

Former members

* Adam "Huckleberry" Ferguson - Rhythm guitar, Vocals (2005-2008)
* Steven Tomany - Bass (2004-2007)[9]
* Will Anderson - Drums (2005)
* Daniel Magnuson - Drums (2004-2005)


Contributors

* Melissa Milke (Shawn Milke's sister) - Female vocals on "The Third Temptation of Paris" & "As You Wish" as well as some backing vocals on other songs.


Discography


Albums

* 2006: On Frail Wings of Vanity and Wax (Tragic Hero Records, reissued in 2007 on Fearless Records)
* 2008: Where Myth Fades To Legend (Fearless Records) U.S. #96[10]

EPs

* 2005: Try This With Your Eyes Closed (Tragic Hero Records, reissued in 2008 on Tragic Hero Records)

Music Videos

* Ambrosia from On Frail Wings Of Vanity And Wax
* At shows, the band has announced from their fall tour, that the video for Seduction will be filmed after touring

Compilation Appearances

* Apology (Acoustic) - Punk Goes Acoustic 2, HiMyNameIsMark Podcast
* Apology - All the Tragedy Money Can Buy
* Beautiful in Blue - All the Tragedy Money Can Buy
* Goodbye, Goodnight For Good - All the Tragedy Money Can Buy
* Seduction - Warped Tour 2008 Tour Compilation

Unreleased 2003


* Cancer Or Car Accidents - Baltimore Sessions
* Days That End In Why - Baltimore Sessions
0

SUICIDE SILENCE BIOGRAPHY


Suicide Silence adalah band Amerika Serikat bergenre Extreme Metal/Deathcore berasal dari kota Riverside, California. Band ini terdiri dari Mitch Lucker »» Vokalis, yang meninggal pada tanggal 01 November 2012 dalam sebuah kecelakaan sepeda motor pada usia 28 tahun, Chris Garza dan  Mark Heylmun »» Gitaris, Alex Lopez »» Drumer, dan Daniel Kenny »» Bassist. Di bentuk pada tahun 2002, mereka telah merilis tiga album studio, satu EP dan tujuh musik video. Mereka telah mendulang banyak pujian dan review yang menguntungkan karir mereka, bahkan selama tahun 2009 mereka di anugrahi Golden God Award dari majalah Revolver untuk “Best New TalentPada saat di bentuk tahun 2002, Suicide Silence hanyalah proyek sampingan bagi sebagian besar anggotanya waktu itu. Band ini tampil di show lokal dengan formasi waktu itu adalah Chris Garza dan Rick Ash sebagai gitaris, Mike Bodkins sebagai pembetot Bass, Josh Goddard sebagai penggebuk drum serta dua vokalis Mitch Lucker dan Tanner Womack. Tidak begitu lama setelah penampilan pertama mereka, Womack di pecat dari band dan mereka merilis demo pertama mereka tahun berikutnya. Mereka merilis demo kedua pada tahun 2004. Seiring berjalannya waktu, para anggota band ini mulai serius dengan band mereka dan tidak menganggap sebagai proyek sampingan lagi. Bahkan mereka berniat merilis demo ketiga dan terakhir pada tahun 2006 yang setelah itu merilis sebuah EP yang berjudul Suicide Silence EP yang di rilis melalui perusahaan rekaman Third Degree Records dan kemudian di rilis ulang di Inggris melalui label Inggris Deep End Records. Drumer Josh Goddard hengkang dari band dan di gantikan posisi nya oleh  Alex Lopez yang merupakan mantan gitaris dari band Blacheart Eulogy dan The Funeral Pyre sebelum dia bergabung dengan band ini.Dua tahun kemudian mereka teken kontrak dengan Century Media dan merilis debut full length album pertama mereka The Cleansing. Album ini di Mix oleh Tue Madsen, di produseri oleh John Travis dan artwork nya oleh Dave McKean. Album ini menembus posisi nomor 94 di Billborad 200, terjual 7250 kopi pada minggu pertama rilisnya. Penjualan pada minggu itu di gabung kan dengan penjualan lain menjadikan The Cleansing album debut yang terjual paling banyak sepanjang sejarah Century Media. Dengan kesuksesan debut album mereka ini, Suicide Silence mendapat bagian untuk tampil di Mayhem Festival yang di langsungkan pada musim panas 2008. Kemudian, mereka melakukan tur bersama Parkway Drive dan Bury Your Dead setelah mengalami tur yang sukses sepanjang Amerika dengan band yang sama. Suicide Silence ikut tur ke Australia bersama Parkway Drive, A Day To Remember, dan The Acacia Strain pada pertengahan tahun 2008 dan selama masa itu mereka juga ikut tampil di Sweat Fest. Pada titik ini mereka telah merengkuh para fans di seluruh dunia. Dan ketika pulang kembali ke kampung halaman setelah menyelesaikan tur yang melelahkan, mereka merilis single cover yang berjudul Green Monster.
Segera setelah tampil di Mayhem Festival  pada pertengahan musim panas 2008, di profil mySpace mereka di tulis bahwa mereka akan menulis album baru. Yang sekaligus manjadi hal yang di pastikan untuk muncul nya album full mereka yang kedua. Pada tanggal 26 Juni 2008, Mitch Lucker muncul di Headbangers Ball blog podcast. Dalam wawancaranya, dia mengatakan bahwa album ini akan di rekam melalui trek, sebagai kebalikan dari rekaman Live, seperti The Cleansing. Dia juga mengatakan “Album ini akan menyingkirkan The Cleansing“. Seorang produser bernama Machine di pilih band ini untuk menjadi produser album ini. Judul album ini di ungkapkan adalah No Time To Bleed.
Suicide Silence mulai merekam No Time To Bleed pada bulan Februari dengan di produseri oleh Machinei dan engineering oleh Will Putney. Selama tur Music As A Weapon dan Cleansing The Nation mereka mulai menampilkan lagu-lagu dari album No Time To Bleed, Your Creations, Lifted dan Wake Up. Berbulan- bulan sebelum di rilis nya album ini. Pada bulan April mereka menerima Golden God Award dari Revolver untuk “MOst Innovative Band” dan tampil di show award tersebut. Suicide Silence termasuk band yang tampil di tur Pedal To The MEtal pada tahun 2009, bersama band-band lain seperti Mudvayne, Statid-X, Bury Your Dead, Dope dan Black Label Society. Pada tahun yang sama mereka menerima Golden God Award mereka yang kedua.
Suicide Silence merilis No Time To Bleed pada tanggal 30 Juni 2009, melalui Century Media. Album ini mencapai puncak pada urutan ke 32 di Billboard 200, terjual 14 ribu kopi pada minggu pertama di Amerika serikat saja. Trek pembuka dari album ini Wake Up di rilis sebagai download digital, hanya EP termasuk lagu asli, penampilan Live lagu ini dan sebuah Remix yang di tangani oleh Shawn Crahan dari band Slipknot. Sebuah video musik juga di bikin untuk lagu ini dan tampil perdana di Fearnet.
Pada tahun 2011 Suicide Silence mulai melakukan persiapan untuk album ketiga mereka di Big Bear, California dengan seorang produser yang di pilih oleh band ini Steve Evetts. Selama bulan Maret, mereka tampil di dua festival, California’s Metal Fest dan seminggu kemudian di Nevada’s Extreme Thing, dan pada penampilan di dua festival ini mereka memberikan onfirmasi bahwa album ketiga ini akan di beri judul The Black Crown. Ketika di tanya oleh Kerrang! Lucker mengungkapkan bahwa tema lirik di album ini lebih kearah pengalaman pribadi seperti yang di album No Time To Bleed dari pada tema anti agama yang di angkat di album The Cleansing. Lucker menerangkan “Saya masih memiliki kepercayaan dan pandangan yang sama, namun saya lebih terbuka untuk hal lain. Pada titik ini di kehidupan saya, Saya tidak melihat kebaikan dari membuat orang membenci Anda atas apa yang Anda ucapkan, Album ini untuk semua orang.
Even lain di harapkan pada musim panas, mereka termasuk formasi dari band-band yang akan tampil di acara ulang tahun ke empat Mayhem Festival lagi-lagi tampil di panggung extreme bersama grup metal lain seperti Machine Head, Trivium, dan All Shall Perish. Selama bulan Juli dan Agustus 2011. The Black Crown terjual 14.400 Keping pada minggu awal rilisnya di Amerika saja dan tembus di nomor 28 chart Billboard 200.
Suicide Silence mengusung aliran extreme Metal yang lebih di kenal dengan Deathcore, merupakan fusion dari Death Metal dan Metalcore. Mereka membawakan style ini karena dasar dari genre extreme metal lainnya seperti Black Metal, Grindcore dan Mathcore. Unsur Mathcore ini bisa di lihat dari perubahan kecepatan yang sering dan pewaktuan yang kompleks. Vokal nya Mitch Lucker pun berubah-ubah dari Death Growl dan High-Pitched Screamed Vocals yang di pakai di Black Metal. Drum nya pun sangat cepat, yang jelas terpengaruh dari Grindcore. Angg
ota band ini mengakui bahwa pengaruh musik mereka datang dari band-band seperti Meshuggah, Sepultura, Cannibal Corpse, Suffocation, Necrophagist, Nile, Slipknot, Deftones dan Korn
0

BESIDE BIOGRAPHY



 MEMBER Owang [vokal], Fattah [gitar], Akew [gitar], Paneu [bass], Bebi [drum]

SOUNDLIKE Menyabdakan komposisi dan sound metalik yang lumayan padat serta teknikal. Musik cadas yang epikal dengan riff yang cepat namun tetap harmonik. Ada karakter swedish dengan beat hardcore ala eropa. Gagah berani!…
STORY Band ini eksis sejak pertengahan 1997 di daerah Ujungberung, Bandung Timur - suatu basis komunitas metal yang juga pernah membesarkan nama Jasad, Forgotten, Burgerkill dan Disinfected di blantika musik cadas Indonesia. Awalnya Beside memainkan musik hardcore tipikal newschool, yang banyak memasukkan elemen metal. Selama empat tahun awal karir mereka, Beside sering mengalami pergantian formasi, bahkan sempat vakum. Baru pada tahun 2001, Beside ibaratnya bangkit kembali dengan tambahan tenaga baru dari eks personil Global Unity, Ababil dan Mortified. Mereka kembali menulis lagu dan manggung di berbagai pentas lokal. Bebi dkk mulai yakin dan solid untuk menancapkan jalurnya pada nada-nada metal. Musik mereka terpengaruh oleh Iron Maiden, Dragonforce, Inflames, Soilwork, hingga Trivium.
Selama karirnya, Bebi dkk sempat merilis tiga singel yang masuk dalam kompilasi Independent Rebel [1999], One Blood [2004] serta Beyond Good and Evil [2005]. Tahun lalu mereka bikin demo yang berisi dua track andalan, Aku Adalah Tuhan dan Fall. Beberapa lagu baru sudah mulai terkumpul, dan rencananya tahun ini Beside akan merilis album penuhnya. Yah, scene metal semakin menyenangkan saja akhir-akhir ini!…
BOILING POINT Beberapa personil grupband Boor, Ragaji Mesin, Jeruji dan Infamy pernah mengisi line up Beside. Drummer Bebi merupakan satu-satunya member orisinil yang ikut membentuk Beside pada tahun 1997. Dia juga sempat memperkuat Naked Truth, dan sekarang ikut membantu Burgerkill sebagai tehnisi drum.
0

Linkin park biography



sejarah berdirinya linkin park
Linkin Park adalah grup musik beraliran nu metal yang berasal dari Aguora Hills, California, di Amerika Serikat. Mereka sempat beberapa kali berganti nama, antara lain Xero, Hybrid Theory, hingga nama Linkin Park sampai sekarang. Nama “Linkin Park” sendiri merupakan plesetan dari nama sebuah taman di Los Angeles, Lincoln Park.
Sebelum Chester Bennington menjadi vokalis Linkin Park, Mark Wakefield lebih dulu menjadi vokalisnya. Namun, ia keluar dari Linkin Park – saat itu menggunakan nama Hybrid Theory – untuk menjadi manajer grup musik Taproot. Bassis Dave Farrell alias “Phoenix” juga pernah keluar sebentar dari Linkin Park untuk mengikuti tur bersama band lamanya, Tasty Snax. Sedangkan 4 personil lainnya – Brad Delson, Mike Shinoda, Joe Hahn, dan Rob Bourdon – selalu bertahan di Linkin Park sejak awal pembentukannya.
Linkin Park telah merilis 3 album studio, yaitu Hybrid Theory, Meteora, dan Minutes to Midnight. Linkin Park juga merilis album Live in Texas, Reanimation, dan Collision Course, serta Hybrid Theory EP. Linkin Park sukses dalam mempopulerkan lagu-lagunya seperti Crawling, In the End, Numb, Somewhere I Belong, dan What I’ve Done. Secara total, album-album Linkin Park telah terjual sebanyak 50 juta keping.
Awal mula
Awal pembentukan Linkin Park yaitu pertemuan Mike Shinoda dan Brad Delson (gitaris Linkin Park) di kelas 7. Lalu mereka membentuk band bernama Xero. Brad juga bermain untuk band Relative Degree, salah satu personilnya yaitu Rob Bourdon (drummer Linkin Park). Mike berkenalan dengan Rob melalui Brad dan Rob

bergabung dengan Xero. Saat kuliah, Brad berkenalan dengan Dave “Phoenix” Farrell (bassis Linkin Park) yang

merupakan teman sekamar Brad. Mike, yang mengambil jurusan ilustrasi di Universitas Seni Pasadena, bertemu dengan Joe Hahn (turntablis Linkin Park). Kemudian, Dave Farrell dan Joe Hahn bergabung bersama Xero. Dave sempat meninggalkan Xero untuk bergabung kembali ke band lamanya, Tasty Snax.
Mulanya, mereka merekrut Mark Wakefield sebagai vokalis, lalu diambil alih oleh Chester Bennington (mantan vokalis Grey Daze) sampai sekarang, sedangkan Mike lalu jadi rapper. Sialnya, karena nama Xero sudah dipakai grup lain, mereka terpaksa mengganti nama menjadi Hybrid Theory. Lalu, Hybrid Theory menandatangani kontrak dengan perusahaan rekaman bernama Warner Bros. Records setelah sukses meluncurkan EP yang bertajuk Hybrid Theory EP pada tahun 1999 sebanyak seribu keping
Sekali lagi, mereka terpaksa mengganti nama karena nama Hybrid Theory mirip dengan nama grup musik Hybrid yang berasal dari Wales. Daripada dianggap band yang sama, mereka memilih berubah nama lagi menjadi Linkin Park. Nama itu diambil Chester dari nama sebuah taman di Los Angeles, Lincoln Park. Agar bisa mengelola situs web sendiri, Chester mengubah ejaannya menjadi Linkin Park. Setelah itu, mereka berhasil membeli situs web linkinpark.com
Hybrid Theory.
Linkin Park meluncurkan album pertamanya, Hybrid Theory, pada tanggal 24 Oktober 2000 dengan singel pertama One Step Closer. Namun, yang lebih terkenal adalah singel Crawling dan In the End. Lagu ini telah membuat Linkin Park menjadi populer. Penjualan album itu melebihi 15 juta keping. Linkin Park lalu merilis edisi spesial dari Hybrid Theory, dengan 2 lagu baru High Voltage dan My December (lagu).
Linkin Park lalu merilis album aransemen ulang dari Hybrid Theory, Reanimation. Album ini pun meraih kesuksesan dengan penjualan kira-kira 10 juta kopi. Singelnya, Pts.Of.Athrty,tidak sepopuler singel di Hybrid Theory, namun cukup terkenal. Linkin Park, melalui Mike Shinoda dan Joseph Hahn, juga sempat bekerja sama dengan band The X-ecutioners dalam pembuatan singel It’s Goin’ Down. Linkin Park juga membentuk kelompok fans mereka bernama Linkin Park Underground, serta mulai mengadakan tur sendiri bernama Projekt Revolution, setelah sering diundang ke festival musik.
Meteora
Tanggal 25 Maret 2003, Linkin Park merilis album kedua bertitel Meteora. Nama tersebut diambil dari nama tempat ibadah di atas puing-puing di Yunani. Album ini juga meraih kesuksesan dengan penjualan kira-kira 11 juta kopi. Singelnya adalah Somewhere I Belong, Faint, Numb, From the Inside, Lying from You, dan Breaking the Habit.
Meteora memenangkan banyak penghargaan. Antara lain Penghargaan MTV kategori “Video Rock Terbaik” untuk lagu “Somewhere I Belong” dan “Penghargaan Pilihan Pemirsa” (Breaking The Habit). Linkin Park juga memenangkan penghargaan lain yaitu “Penghargaan Musik Radio 2004″, “Penghargaan Artis Tahun Ini” dan “Penghargaan Lagu Tahun Ini” melalui lagu “Numb”. Mesikpun album Meteora tidak sesukses Hybrid Theory album ini masuk 3 besar penjualan album di Amerika Serikat tahun 2003.
Linkin Park juga mengadakan Projekt Revolution Tour ke-2 serta sibuk ikut konser. Di sela-sela waktu itu, Linkin Park berhasil menyelesaikan rekaman album konser mereka, “Live In Texas”, yang berisi lagu-lagu saat konser Linkin Park di Texas.

Proyek sampingan
Atas permintaan MTV, Linkin Park berkolaborasi dengan Jay Z dalam album “Collision Course”. Materi album ini adalah remix dari sebagian lagu-lagu Linkin Park dalam album “Hybrid Theory” dan “Meteora” serta lagu-lagu Jay Z dalam album “Blueprint” serta “The Black Album”. Album tersebut dirilis tahun 2004 dan menghasilkan 2 singel, yaitu Numb/Encore yang mendapat penghargaan Grammy kategori “Lagu Rap Terbaik” dan “Kolaborasi Terbaik”.
Pada tahun 2005, Linkin Park lebih mengutamakan konser amal. Mereka membantu korban tsunami pada bulan Desember 2004 dalam konser bertajuk Music For Relief. Linkin Park juga membantu mengumpulkan uang untuk korban Badai Katrina tahun 2004. Sementara itu, Mike Shinoda bergabung dengan Fort Minor dalam album “The Rising Tied”. Chester Bennington juga punya proyek solo yang dinamai Snow White Tan yang selanjutnya populer dengan nama Dead By Sunrise. Lalu, Linkin Park pergi ke Jepang tahun 2006 untuk mengikuti festival musik populer di Jepang, yaitu Summer Sonic.

Minutes to Midnight
Pada tahun 2006, mereka mulai merekam materi untuk album terbaru Linkin Park, yaitu “Minutes To Midnight”. Banyak yang mengkritik Linkin Park karena sering tertunda peluncurannya. Walaupun begitu, Linkin Park menjamin bahwa album tanggal 14 Mei 2007 ini pantas untuk dikoleksi. Menurut Linkin Park, mereka menamai album barunya “Minutes To Midnight” (menit-menit menuju tengah malam) karena adanya isu nuklir di bumi ini yang dapat menghancurkan dunia pada saat tengah malam.
Sebanyak 100 lagu demo telah diciptakan namun hanya 12 yang dimasukkan ke dalam album. Tidak heran kalau album ini direkam selama 14 bulan. Dalam album Minutes To Midnight, unsur musik nu metal kurang kental. Walaupun demikian, album ini tetap digemari. Buktinya adalah album ini terjual hampir sebanyak 625 ribu kopi dalam pekan pertamanya (sebuah rekor dalam tahun 2007). Album studio ketiga ini diproduseri oleh Mike Shinoda dan Rick Rubin, mantan personil Beastie Boys. Singel pertamanya, “What I’ve Done”, sudah mulai diputar di radio pada tanggal 2 April 2007. Minutes To Midnight juga menduduki tangga teratas Billboard. Pada tanggal 20 Agustus 2007, Linkin Park merilis singel keduanya, yaitu “Bleed It Out”. Dan, pada bulan Oktober, Linkin Park akan merilis singel “Shadow of the Day”.
Lagu “No Roads Left” bisa didapatkan melalui pemesanan lewat iTunes. Sementara lagu “Qwerty” bisa didapatkan di EP berjudul Linkin Park Underground v6.0.
Aliran

Pada awal pembentukannya, Linkin Park beraliran rock. Setelah masuknya seorang DJ atau turntablis bernama Joe Hahn, Linkin Park mengganti alirannya menjadi hip-hop. Namun, pada album Hybrid Theory, Linkin Park mengganti lagi alirannya menjadi nu metal dan rapcore. Demikian juga pada album Meteora, hanya saja Linkin Park juga menambahkan unsur elektronika.
Pada album Minutes To Midnight, segalanya berubah total. Linkin Park benar-benar mengurangi unsur nu metal secara spesifik. Sebagai gantinya, Linkin Park menggunakan aliran alternative rock. Ini jelas sebuah eksperimen mengingat kesuksesan Linkin Park dengan genre nu metal dalam album sebelumnya. Tetapi, ternyata eksperimen itu berhasil.
Teknis
Linkin Park jarang menggunakan teknik melodi gitar namun petikan gitar. Selain itu, rap dari Mike Shinoda sering muncul di banyak lagu. Terkadang Chester berteriak dalam beberapa lagu.
Lagi-lagi, perubahan terjadi di album Minutes To Midnight. Linkin Park mengurangi unsur rap dari Mike. Rapnya hanya ada di 2 lagu, yaitu Bleed It Out dan Hands Held High. Sementara vokal Chester lebih dominan dibanding sebelumnya. Linkin Park juga bermain lebih lembut.
Linkin Park Underground
Ini adalah kelompok penggemar Linkin Park yang dibentuk tahun 2001. Jika bergabung dengan LPU (singkatannya) maka bisa memperoleh merchandise khusus untuk anggota LPU. Seperti kaus, asbak, buku, dan album mini (EP).
Anggota
Anggota Sekarang
1. Chester Bennington – vokal
2. Rob Bourdon – drum
3. Brad Delson – gitar
4. Dave “Phoenix” Farrell – bass
5. Joseph Hahn – turntable, sampling
6. Mike Shinoda – backing vocal, sampling, rap, keyboard, gitar

Mantan Anggota
1. Mark Wakefield – Vokal
2. Scott Koziol – Bass (Stand-in)
3. Kyle Christener – Bass (Stand-in)
Diskografi
1. Xero Sampler Tape
2. Hybrid Theory EP
3. Hybrid Theory - 24 Oktober 2000
4. Reanimation
5. Meteora - 25 Maret 2003
6. Live In Texas
7. Collision Course
8. Minutes to Midnight - 14 Mei 2007
Beberapa band yang berhubungan dengan Linkin Park
1. Fort Minor - Proyek sampingan Mike Shinoda
2. Dead By Sunrise - Proyek sampingan Chester Bennington
3. Hybrid Theory - Nama lama Linkin Park
4. Xero - Nama lama Linkin Park
5. Tasty Snax - Band lama Dave “Phoenix” Farrell
6. Grey Daze - Band lama Chester Bennington