0

DAARCHLEA




DAARCHLEA is a six-piece band originated from the city of Kuala Lumpur, Malaysia with a positive and refreshing attitude to modern metal that is certain to take over the music scene by storm. The band’s conquest began in 2007 when guitarists Zulhelmy and Khairulazizi came together with singular desire to create an uncompromising extreme metal band on their own. Having always been fond of melodious atmospherics, they recruited like-minded and fresh musicians with the goal of rupturing the peripheries of what was deemed as "black metal". Tradition of thick riffs, pounding drums, symphonic and orchestral elements merged with heavy and progressive riffs tied it all together ; captured a sound that is uniquely their own, and together the band have created their visions of the future of extreme metal. An undeniable love for Behemoth, DimmuBorgir, Cradle of Filth, Aneroxia Nervosa, Dark Funeral and Emperor had inspired their early works and song-compositions. The band has progressively carved a niche of their own within today’s overcrowded Metal scene. While most bands struggle to evolve and stay vital within the extreme music genre, the band continues to push the envelope of modern extreme metal music.






((Daarchlea - The Great Extinction))



More updates will be announce soon. Follow us on our Twitter & Instagram for more updates. For any show updates and invitation, info, merch etc. you may reach us at daarchleaofficial@gmail.com.
Thank you.

0

Cerita dibalik lagu blink 182-Adam's Song






Adam’s Song adalah single ke-3 blink-182 di album Enema of the State (EOTS) (1999). Single ‘Adam’s Song’ dirilis pada 5 September 2000 dan sempat menduduki posisi 2 chart ‘US Modern Rock Tracks’. Adam’s Song adalah satu-satunya lagu bertempo lambat dan berlirik serius/dark di album EOTS. Menjadikannya lagu paling ‘berbeda’ di album itu dan sekaligus salah satu yang paling kontroversial. Banyak yang menganggap Adam’s Song adalah lagu tentang bunuh diri/suicide karena liriknya yang bernuansa depresi. Salah satu rumornya adl bahwa Mark menulisnya setelah mendapat surat dari seorang anak bernama Adam yg ingin mengakhiri hidupnya. Tapi rumor tsb. tidak dapat dibuktikan sampai sekarang karena Mark sendiri tidak memberikan konfirmasi atas rumor itu. Hingga akhirnya pada 4 Mei 2000, ada sebuah tragedi yang juga menyeret lagu Adam’s Song ini. Greg Barnes, seorang siswa Columbine High School mengakhiri hidupnya sambil menyetel lagu #AdamsSong berkali-kali di CD player nya. Diduga Barnes mengalami depresi karena dia menyaksikan teman baiknya terbunuh karena tertembak. Setelah kasus Greg Barnes tadi, akhirnya Mark mengklarifikasi makna sebenarnya dari lagu Adam’s Song ini. Mark berkata: Jika diteliti lebih lanjut, lagu ini sebenarnya adalah lagu anti-suicide. “Lagu ini adalah tentang diri Saya yang kesepian saat tur sebelum menemukan wanita yang Saya cintai. Memang lagu ini juga tentang depresi, namun seburuk-buruknya keadaan, pasti ada hal yang lebih baik di sisi lainnya.Pasti selalu ada harapan, dan Kamu bisa mengandalkan sahabatmu yang selalu ada untukmu dan sebagainya.” -Mark Hoppus Selain itu Mark juga turut berbelasungkawa kepada keluarga Greg atas apa yang telah terjadi. Ada beberapa fakta menarik tentang lagu Adam’s Song, diantaranya: * Lirik “I traced the cord back to the wall, no wonder it was never plugged in at all” diambil dari pengalaman Tom. Sewaktu Tom berlatih di garasi, amplifier-nya tergenang air. Tapi beruntung kabel amplifier tersebut tdk terhubung dgn listrik. * Di bagian “I took my time, I hurried up, the choice was mine, I didn’t think enough” seperti jawaban dr lagu ‘Come As You Are’. Di bagian “I took my time, I hurried up, the choice was mine, I didn’t think enough” seperti jawaban dr lagu ‘Come As You Are’. * Terakhir, Adam’s Song tidak lagi dimainkan live oleh blink-182 sejak tahun 2009. Di tahun itu, sahabat mereka, Adam Goldstein (DJ AM) meninggal dunia dan mereka memutuskan untuk tidak memainkannya lagi. Dan sekitar 3 bulan lalu, Mark mengatakan bahwa blink-182 ‘mempensiunkan’ lagu Adam’s Song permanen dari setlist live mereka. Sedikit tambahan surat atau e-mail oleh Adam ada, tapi antara percaya atau tidak sih sebenarnya. Karena di internet tersebar dengan. Sepengal surat adam yang isi seperti berikut. " Kepada Laki laki dan wanita yang menikah dan akhir nya memiliki aku, seharus nya aku lahir lima tahun setelah hari aku lahir, saat kalian siap untuk benar benar menikah;
Kepada guru yang tidak benar benar peduli, persetan dengan apa yang mereka katakan;
Kepada teman teman teraniaya, yang pasti nya akan lebih teraniya setelah aku tiada ... tapi setidak nya kalian tak akan pernah lagi melihat ku di rendahkan.
kepada teman teman sekolah yang membuat hidup ku terasa mimpi buruk, belajar lah kelak itu berguna untuk kalian;
Kepada mereka yang tak pernah bicara, tak pernah peduli, dan mungkin tak pernah tahu namaku;
Kepada dia teman sejati, yang aku harap akan mencegah ku melakukan hal ini;
Kepada tuhan, jika dia benar benar ada, kenapa kau ciptakan aku hanya untuk jadi lelucon yang terlalu menyakit kan, dan terima kasih telah menempat kan orang orang yang tidak peduli di sekitarku;
kepada kalian semua, selamat tinggal"

kalian bisa download disini, versi acoustic :
https://soundcloud.com/gebyfansuri/adams-song-blink-182-cover

song original :
https://soundcloud.com/user318455345/sets/blink-182-adams-song



0

Saksi hidup Konser Metallica di Jakarta, 1993


hmmm... andai gue udah lahir waktu itu... dalam flm dokumenter berikut menceritakan tentang pengalaman konser metallica di indonesia oleh lars ulrich


Berikut cerita para saksi hidup konser Metallica pada saat itu :


METALLICA - 1993

METALLICA live in Jakarta (stadion lebak bulus)

Date: 10 - 11 April 1993

Opening Act: ROTOR

Ticket Prices: Rp 30.000 - Rp 150.000

MC: Mi'ing Bagito

Promoter: Setiawan Djody (AIRO Production)

Attended by: 40.000 people

Setlist 10 April 1993
1. Ecstasy of Gold (tape)
2. Creeping Death
3. Harvester of Sorrow
4. Welcome Home (Sanitarium)
5. Sad But True
6. Wherever I May Roam
7. Of Wolf & Man
8. The Unforgiven
9. Justice Medley
10. Bass Solo
11. Guitar Solo
12. Through the Never
13. For Whom the Bell Tolls
14. Fade to Black
15. Master of Puppets
16. Seek & Destroy
17. Whiplash

Setlist 11 April 1993
1. Ecstasy of Gold (tape)
2. Creeping Death
3. Harvester of Sorrow
4. Welcome Home (Sanitarium)
5. Sad But True
6. Of Wolf & Man
7. The Unforgiven
8. Justice Medley
9. Bass Solo
10. Guitar Solo
11. Through the Never
12. For Whom the Bell Tolls
13. Fade to Black
14. Master of Puppets
15. Seek & Destroy
16. Battery
17. Nothing Else Matters
18. Wherever I May Roam
19. Last Caress
20. One

JENG2!!.artikel dibawah ini adalah kumpulan dr penuturan para pelaku sejarah yg terlibat langsung dlm konser sang "maestro" dikutip dr www.apokalip.com + diolah dr berbagai sumber


MENGENANG KEMBALI : METALLICA, NO WHERE ELSE TO ROAM, DALAM PERSPEKTIF PENONTONNYA

dua puluh satu tahun lalu, James Hetfield dkk sempat konser di stadion Lebak Bulus Jakarta selama dua hari, 10 - 11 April 1993, dalam rangkaian tour Metallica ; Nowhere Else To Roam. Supergroup ini datang di waktu yang tepat. Sebab Metallica lagi jaya-jayanya paska  album hitam’ itu. Masyarakat musik Indonesia juga lagi panas-panasnya mengapresiasi rock/metal. Pertunjukan itu akhirnya benar-benar menjadi sejarah, dalam kontotasi yang positif maupun negatif. Puluhan ribu crowd bersenang-senang di dalam arena. Sementara di luar stadion timbul kerusuhan dan amuk massa. Sejak itu pemerintah mulai trauma pada band rock dan melarang segala jenis pertunjukan musik keras. Sebuah pengalaman terbaik dan terburuk bagi dunia showbiz tanah air

Metallica mengguncang Jakarta. Kuartet speed metal dari USA ini menggelar konser dua malam berturut-turut. Pentas tersebut adalah bagian dari rangkaian World Tour bertitel Nowhere Else To Roam. Kesuksesan mendatangkan para Phantom Lord ini tak lepas dari upaya promotor Setiawan Djody.

Bertindak sebagai band pembuka adalah dedengkot gerakan metal bawahtanah lokal, Rotor. Ada dua versi mengenai penampilan mereka dua malam itu. Versi pertama, tidak seperti Edane yang sukses mengiringi aksi Igor Cavalera cs., Rotor gagal mengesankan penonton. Belum lama beraksi mereka sudah disuruh turun oleh massa. Padahal jatah mereka cuma lima lagu doang. Crowd memang sudah tidak sabar lagi untuk ber-headbanging dengan Jason Newsted dkk. Versi kedua memberi penilaian 'not bad'. Terbukti berbekal curriculum vitae sebagai pembuka konser Metallica, Irvan Sembiring dkk lalu bisa mendapat kontrak major label pertamanya. Ah sudahlah.

Menurut majalah HAI - waktu itu this magz really rocks, nggak kayak sekarang, cemen - konser tersebut nggak ada matinya. Kalau reportase itu yang jadi pegangan, bisa direka-reka sendirilah situasinya. Perpaduan live on stage empat 'pengendara petir' ini jelas dahsyat : penabuh drum hiperaktif Lars, James yang kharismatik, si lincah nan garang tapi melodius Kirk, plus our friend of misery Mr. Newsted. Singkat kata, atmosfer Lebak Bulus dua malam itu benar-benar cadas. Pol-polan.

Sihir The Four Horsemen di atas panggung ternyata juga sampai membius mereka yang berada di luar arena. Tapi sayangnya dalam konteks negatif. Heboh dan tertib di dalam tapi rusuh di luar. 

Teringat cerita seorang kawan yang kakaknya menjadi saksi hidup pentas si raja metal ini. Penonton yang berjumlah total 44 ribu orang, hampir sepanjang konser berayun kepala serta koor bareng tanpa harus dikomando sebelumnya. Sampai merinding membayangkannya...

Logamberat: "I Was There..!!"

video: liat video.. ke youtube

"IT'S LIKE A MASS DEMONSTRATION.."

narasumber:
- Arian13 (Seringai)
- Wendi Putranto (Rolling Stone Indonesia)
- Lars Ulrich (Metallica)
- Andre Tiranda (Siksakubur)

wenzrawk (Wendi Putranto): "Ternyata Lars Ulrich (drummer Metallica) sendiri masih sangat jelas mengingat kerusuhan konser mereka di Jakarta dulu.."

Ajaib juga karena ternyata Lars masih menyimpan dengan baik video dokumentasi dari konser 21 tahun yang lalu itu di gudang rumahnya. Video ini bahkan belum pernah dipublikasikan sebelumnya oleh Metallica. Jadi memang sangat eksklusif pastinya!


THANKYOU \M/

0

7 Lagu Metal/Post-Hardcore Paling Galau

Biasanya lagu-lagu dari band aliran metal, post-hardcore, screamo etc. ga ada yang slow. Tapi ternyata metal juga bisa galau... hehe :D Ga percaya? Cekidoott ;)


1. Romance - Suicide Silence



Ini lagu kesukaan saya.... bener-bener dalem banget, bikin mewek :'( "This is romance on last day... I feel I'm bad, I still love you. This is my promise.... " 

2. Don't Go - Bring Me The Horizon


Pas pertama denger aja udah bikin merinding... Intro awalnya mirip musik dipemakaman. Saya paling suka part "Tell me that you need me cause I love you so much. Tell me that you love me cause I need you so much"

3. Harder Than You Know - Escape The Fate

"Baby don't talk to me I'm trying to let go. Not loving you is harder than you know..."
No comment deh, ini lagu super galau...

4. The Morticians Daughter - Black Veil Brides


Ini lagu buat yang cowo/cewenya meninggal... tragis banget :'( lagunya sedih tapi romantis...
"One million years and I will say your name. I love you more than I can ever scream.."

5. Early Morning - Alesana


Goodbye... buat yang putus sama pacarnya dan belum rela alias belum bisa move on ini lagu cocok jadi backsound kalian 
"I close my eyes and you are everything I see. Goodbye..."

6. Dear God - Avenged Sevenfold


Lagu fenomenal yang dirilis tahun 2008 ini emang TOP banget deh...
"Cause I'm lonely and I'm tired, I'm missing you again, oh no. Once again.."

7. Kissing You Goodbye - The Used


"On my own, I'm nothing. Just bleeding. I'm not kissing you goodbye.."
I love this song so muucchhh :*



Gimana menurut agan-agan semuanya??? Mana yang paling galau???
Hahaha :D
0

Tips Belajar Vokal Scream



Banyak kan diantara teman2 yang ingin belajar olah vocal ato kepingin bisa nyanyi..? Nah, disini saya geby ada sedikit tips yang saya dapet dari orang2 yang berpengalaman dibidang vocal.

Untuk memulai latihan
les vocal yang baik itu ada beberapa hal yang harus diperhatikan;

1. Relax.
Seluruh badan mulai dari kepala sampai ujung kaki harus diberi latihan supaya santai.
Misal:
ambil napas pelan-pelan, lalu hembuskan. Diulang terus dengan teratur.
Bisa juga pada saat menghembuskan badan kamu bungkukkan badan (kayak posisi rukuk waktu sholat, tapi kepala nggak lihat ke depan, tapi ke bawah (bahkan agak ngeliat ke belakang lewat kolong kedua kaki), juntaikan tangan ke bawah. Digoyangkan biar relax. (posisi kedua telapak kaki lurus ke depan dengan jarak sejengkal di antara keduanya.
Lalu perlahan-lahan naik, angkat badan kamu, tapi tumpu kekuatan lewat punggung. Jadi kamu akan ngerasa kalau tulang belakang kamu itu perlahan-lahan naik ke atas ngikutin badanmu yang ikut tegak. Selama proses itu kamu bernapas dengan teratur. (kalau ada temanmu, dia bisa memijat punggung sembari badanmu naik menuju posisi tegak.
Itu sangat membantu proses relaksasi.
2. Tes potensi dengan latih bagian rahang dengan huruf-huruf vokal dan konsonan. Ingat, rahang harus relaks.

A i u e o

latihan diafraghma:

huruf k-ch-k-ch-sssst-th. Dengan tempo cepat.
Ho-ho-ho...ha-ha-ha

lalu latihan wilayah nasal (hidung):
"nya-nya-nya" dengan benar-benar menekankan suara cempreng dari hidung.

Lalu latihan bibir
nyanyikan tangga nada dengan bibir terkatup jadi bunyinya bakal
"brrrrr-brrrr-brrr-brrr"
nyanyikan tangga nada, arpeggio, secara staccato (patah) maupun legato.

Latihan lidah
"la-la-la. Ra ra ra, tatata."

(biar ga bosen bisa sekalian latih semuanya pakai tangga nada, arpeggio.)

3. Setelah sudah relaks, kamu baru boleh nyanyi.
Ketika nyanyi, harus konsentrasi dengan target nada. Napas harus teratur dan kontrol power dengan baik, klo emang belum bisa lebih baik ikutlah kelas
bimbingan pribadi untuk bidang musik.
http://vanemoussakar.blogspot.com/
0

System of A Down (SOAD) biography


System of A Down (SOAD) adalah sebuah band beraliran metal dari Amerika.
Meskipun basic musik SOAD adalah metal tapi didalam lagu2 mereka sangat bervariasi Gaya musik System Of A Down sebenarnya agak-agak sama seperti band metal lain di era akhir 90-an. Cirinya adalah punya gaya perpaduan antara underground thrash metal dan musik alternative rockers. Untungnya gaya neo-gothic alternative metalnya System Of A Down berhasil diterima orang banyak dengan campuran ska, punk, ballads, hingga musik timur tengah.
Musik SOAD sangat original dan banyak pengamat musik mengatakan SOAD telah menciptakan aliran musik sendiri yang sangat unik, keras, tapi enak di dengar.
SOAD terdiri dari 4 personil, ke empat personelnya berasal dari Armenia, tapi mereka tinggal di Amerika.
*Serj Tankian : Vokal, keyboard
*Daron Malakian. : Gitar, vokal
*John Dolmayan : Drum
*Shavo Odadjian : Bass
Band ini sebelumnya bernama “SOIL” dan berubah nama menjadi SOAD setelah John masuk menggantikan drummer sebelumnya.
Vokalis Serj Tankian, gitaris Daron Malakian, basis Shavo Odadjian, dan drummer John Dolmayan membentuk System of a Down wilayah selatan California di pertengahan tahun 90-an.
Ketenaran mereka lewat promosi “word of mouth” rupanya cukup memberikan mereka bekal untuk ngegaet Columbia Records. Di tahun 1998 mereka mengeluarkan album perdana dan langsung pasang aksi dengan ikutan tur Slayer dan Ozzfest.
Gara-gara tur itu jugalah System Of A Down akhirnya berhasil ngedapetin predikat Gold Lagu-lagu mereka terutama terkenal selain gayanya yang inovatif, dengan sentuhan musik Armenia. Selain itu isinya juga berisikan ide, pandangan-pandangan, dan apa yang mereka rasakan bukan hanya karangan sang penulis semata.
Serj Tankian sebagai anggota yang cukup menonjol, memaparkan ide-ide politiknya dalam lagu-lagu SOAD. Mulai dari kampanye rekonisi terhadap Genocides Armenia oleh pemerintah Turki yang terus mereka usung, hingga masalah sosial-politik seperti konsumerisme, perang, globalisasi, lingkungan, dan Kekerasan.
Selain itu, mereka menulis lagu tentang perubahan atau transformasi pemikiran mereka.
Kompas pernah menulis article tentang band ini dengan judul “Band Keras Anti Kekerasan”.
Pemikiran Serj cukup di pengaruhi oleh pengamat politik kiri AS Noam Chomsky. Serj Tankian bersama Tom Morello mantan gitaris Rage Against The Machine mendirikan LSM Politik dengan nama Axis of Justice (nama LSM ini merupakan plesetan sarkastis dari salah satu pidato Presiden AS yang menyebut 3 negara sebagai Axis of Evil).
SYSTEM OF A DOWN di tangan Produser Rick Rubin berhasil keluar dan menunjukkan dirinya ke dunia.
SYSTEM OF A DOWN bukan band yang dibentuk karena industri.
Mereka berempat emang dari asalnya udah begitu jadinya, liar dan sangar, terus ngebentuk band yang menghipnotis dunia lewat gayanya.
Natural banget musiknya mengalir tanpa dibentuk-bentuk atau di buat-buat dan dituntut oleh kemauan pasar, gak kaya boy/girl band yg di buat2 nongol karna permintaan pasar industri musik.
Justru SYSTEM OF A DOWN berhasil membuat pasar menyukai bahkan menggilai musiknya. Bahkan lewat cengkok Armenia-nya itu menjadikan SYSTEM OF A DOWN sebagai band yang tanpa tandingannya. Malah sukses banget di Amrik yang terkenal rasis berat. Di album Mezmerize, Rick Rubin memperhatikan detil-detil kelebihan masing-masing dari diri SERJ TANKIAN (Vokal), SHAVO ODADJIAN (Bass), DARON MALAKIAN (Gitar) dan JOHN DOLMAYAN (Drums) sehingga membentuk orkestrasi maha dahsyat lewat lagu-lagu yang tercipta Lagu-lagu SOAD, kebanyakan diciptakan oleh Daron dan Serj, banyak mengusung masalah sosial, politik, dan kelestarian lingkungan.
SOAD adalah salah satu band di Amerika yang paling vokal menentang invasi pasukan Amerika ke Irak dan Afghanistan. Bahkan SOAD membuat banyak lagu yang isinya memprotes keras pemerintahan Amerika pimpinan George Bush seperti lagu War, Chop Suey!, Soldier Side, Boom!!, BYOB, dll. Video Klip Boom dan BYOB menjadi video metal terbaik di MTV musik awards 2004 dan 2005. BYOB (Bring Your Own Bomb) sangat jelas mengkritik Pemerintah Amerika (dan sekutunya) yg tidak berhenti membunuh orang tak berdosa di timur tengah dan sangat jelas menyindir George Bush yang menggunakan nyawa para tentara Amerika demi kepentingan negara
SOAD merilis album pertama, self titled, pada tahun 1999. Lagu-lagu yang membuat SOAD mulai dikenal di amerika antara lain “War” (secara tegas menolak segala bentuk peperangan), “Sugar”(menjadi soundtrack beberapa game di Amrik), “Suite-Pee” (lagu yg kontroversial karena berbau SARA), dan “Spider”. Cover album pertama adalah telapak tangan Serj yang seolah minta pertolongan.
Album kedua berjudul “Toxicity” dirilis 2001. Album inilah yang membuat SOAD dikenal luas di seluruh dunia. Single “Chop-Suey!” sangat terkenal di kalangan penggemar musik, video klipnya diputar hampir setiap hari di MTV. Beberapa Kalangan memprotes lagu ini karena sedikit menyindir tradegi World Trade Center. Lagu lain yang dijadikan video klip adalah “Toxicity” dan “Aerials”. Salah satu kalimat di lagu “Aerials” : “Life is a waterfall, we’re one in the river and one again after the fall. Aerials, in the sky, when you lose small mind you free your eyes”. Lagu lain adalah “ATWA” yang mengajak manusia menyelamatkan Air, Trees, Water and Animals. Cover album ini adalah tulisan System of A Down di bukit Hollywood.
Album ketiga berjudul “Steal This Album”. Cover album ini cukup unik karena hanya ada tulisan “Steal This Album!!”, didalam albumnya tidak ada lirik ataupun foto-foto. Album ini dirilis pada 2003 menanggapi pembajakan lagu-lagu mereka di internet. SOAD bukannya marah, justru menambahkan lagu2 baru dari album terbarunya ke website tersebut!!! Lagu “Boom!!” sempat menghebohkan Amerika dengan lirik dan lagunya yang menghujat George Bush.
Album keempat dan kelima dibuat berseri. Album “Mesmerize” keluar pada awal 2005, sedang “Hypnotize” dirilis akhir 2005. Covernyapun mirip, berupa gambar imajinasi yang dibuat oleh ayah Daron. Lagu yang paling terkenal dari 2 album ini adalah “BYOB” atau Bring Your Own Bomb. Lagu ini mengkritik pemerintah Amerika yang mengirim tentara ke Irak dan menyebabkan ribuan tentara AS mati. Video Klip “BYOB” menjadi the best metal video di MTV Music Awards 2005. Lagu lain adalah “Lonely Day”, “Soldier Side”, Lost in Hollywood”, “Cigaro”, “Question” dan “This Cocaine make me feel i’m on this song”.
isi album Hypnotize ini bakal berisikan 12 lagu dan juga beberapa karya seni/artwork dari Vartan Malakian, ayah dari gitaris SOAD Daron Malakian.
Cover albumnya bakal di-desain untuk menjadi pasangan yang tepat buat cover album sebelumnya, Mezmerize.
Menjadikan kedua album ini sebuah karya seni yang saling berhubungan.
Hubungan antara dua album ini juga kerasa di cuplikan-cuplikan behind-the-scenes yang memperlihatkan proses pembuatan album ini.
Kedua album ini, Mezmerize dan Hypnotize bakal terhubung secara musik dalam lagu Soldier Side Intro yang jadi lagu pembuka album Mesmerize dan Soldier Side yang jadi lagu terakhir di album Hypnotize. album ini menyuguhkan irama rock bertegangan tinggi. Simak saja unggulan dari album ini yang bertitel Hypnotize berhasil menyihir telinga kita dengan raungan-raungan gitar yang cadas namun irama yang masih catchy.
Album sebelumnya yang bertitel MEZMERIZE sukses dipasaran.
Buktinya single BYOB dan Question bertahan terus di #1 di 12 negara dan ini menjadikan SYSTEM OF A DOWN sebagai ‘the most innovative rock band’ versi majalah rock kelas dunia, Kerrang!.
Shavo Odadjian sepertinya yg jadi sutradara lagi buat video klip album Hypnotize.
Bangku sutradara sudah dapat dipastikan bakal diisi oleh sang basis.
Hmm we can’t wait for the result. Video klip yang akan dishoot di Van Andel Arena ( Grand Rapids, Michigan) ini sebenarnya merupakan proyek kedua Shavo setelah dia juga menyutradarai video klip untuk lagu “Question!”.
“Ini bakal jadi konsep video yang benar-benar live.
Sebelumnya memang pernah kita main dan ada beberapa fans yang ikut di shoot, tapi kalau main di arena besar dimana suasananya sudah kaya konser, baru sekarang ini.
Setelah ngegelar tur keliling Eropa, dan melakukan tur grilya di 9 kota Amerika. Salah satunya adalah penampilan mereka di California.
Tepatnya di Long Beach Arena, California, SOAD menghadirkan pertunjukan yang benar-benar rock & roll.
Konser yang sold-out ini dibuka oleh Mars Volta yang punya penampilan gitar spektakuler, dan permainan visual yang manis dari proyektor.
Bahkan ada yang bilang penampilan Mars Volta lebih berkesan lantaran lebih mengutamakan visual dan penampilan duet gitaris Omar Rodriguez-Lopez dan pentolan SOAD Serj Tankian nampaknya jadi daya tarik tersendiri, belum lagi gitaris Red Hot Chili Peppers, John Frusciante, yang secara mengejutkan ikutan jamming bareng Mars Volta.Waktu SOAD manggung, uda bisa ditebak dong lagu-lagu apa yang bakal dikumandangkan? Udah pasti lagu jagoan macam “B.Y.O.B.” dan “Revenga” dikeluarin. Tapi rupanya System ga ngelupain nomer-nomer lama karena mereka juga ngambil beberapa lagu dari album debut mereka dan album Toxicity. Berbeda 180 derajat dengan penampilan band pembukanya, penampilan SOAD minim kelengkapan visual dan panggung dibiarin kosong gitu aja (cuma ada deretan ampli yang keliatan).
Penampilan yang ‘minimalis’ ini sepertinya emang disengaja, karena niat SOAD dari awal adalah menampilkan pertunjukan yang cuma rock music (tanpa embel-embel lain).
Dan sepertinya pesan ini bisa ditangkep dengan cepat oleh fansnya karena pas mereka ngebawain “Chop Suey!” bendera kebangsaan Armenian langsung mewarnai lautan penonton dan penggemarnya langsung sibuk ngebuat mosh pits.
Untungnya gara-gara set yang minimalis tadi, SOAD bisa bener-bener ngebuat fansnya konsentrasi total sama lagu-lagu yang dibawain.
Lagu-lagu dari album Mezmerize bener-bener jadi highlight malam itu, terutama pas grup ini ngebawain versi lagu “Cigaro” dengan akustik gitar dan mainin lagunya dengan versi yang menjurus ke klasik. Fansnya langsung nyalain lighter dan ngacungin tangan ke atas, yang ngga punya lighter nggak mau kalah dengan ngangkat hp mereka ke atas.
Serj Tankian, vokalisnya System of a Down ternyata sangat peduli dengan genocide. Genocide ini adalah pemusnahan etnik, agama atau kelompok lain, contoh yang paling terkenal sih genocide terhadap kaum Yahudi sebanyak 6 juta orang selama perang dunia ke-II.
Kenapa Serj Tankian ngotot mendukung perealisasian undang-undang ini?
Pada saat teman-teman sebandnya lagi sibuk persiapan untuk shooting video klip terbaru nya System of a Down, Serj Tankian, sang vokalis malah ngikut demo di Chicago.
Serj Tankian ternyata udah ngebuat janji pada kakeknya yang berusia 97 tahun yang merupakan orang Armenia, kalau ia bakal berusaha sebaik mungkin untuk meyakinkan anggota kongres, Dennis Hastert untuk merealisasikan Armenian Genocide Resolution.
Perjuangan Tankian untuk membuat resolusi ini diakui sudah dimulai sejak tahun 2000.
Tankian bergabung dengan anggota dari Armenian National Committee of America, Armenian Youth Federation dan organisasinya yang bernama Axis of Justice dalam sebuah demo besar-besaran untuk memberlakukan resolusi yang nantinya akan mengakui peristiwa pembantaian sekitar 1,5 juta warga Armenia sejak tahun 1915 hingga 1923. “Semua ada di tangan Dennis Hastert,” Tankian juga menambahkan kalau, “Gue yakin banget kalau ini semua emang perlu lobi ke pihak pemerintahan”
BushDaron Malakian yang lahir di Hollywood California 18 juli 1975 ini Saat masih berusia 6 tahun sudah mendengarkan album-album dari nama-nama besar seperti Van Halen, Iron Maiden, Judas Priest, Motley Crue, Ozzy Osbourne.
Namun 6 tahun kemudian ia mulai merasa sreg setelah mendengar musik-musik trash dari band-band seperti Slayer.
Dari sini kemudian Daron mulai banyak bermain musik-musik beraliran Metal. Kemudian pada saat berusia 17 tahun ia mulai banyak mendengarkan musik-musik The Beatles. John Lennon menjadi influence terbesarnya dalam menulis lagu.
Jika anda menyimak lirik-lirik lagu System Of a Down, semuanya merupakan lirik-lirik bertema sosial, perang, dan kritik terhadap pemerintah.
Beberapa saat kemudian Daron bertemu dengan Serj Tankian dan akhirnya sepakat membentuk band bersama-sama.
Kemudian bergabunglah Shavo Odadjian pada bass dan John Dolmayan pada drum. Mereka pun menamai band mereka System Of a Down (SOAD).
Band ini mulai menyita perhatian publik Los Angeles. Meski masih menjadi band lokal pun ternyata jumlah fans fanatiknya bisa dibilang sangat besar. Akhirnya pada tahun 1997, produser Rick Rubin mengambil alih SOAD. Setahun kemudian SOAD merilis album perdananya dan mulai menjadi artis pembuka untuk Slayer dan hajatan musik Metal, Ozzfesst.
Lalu pada tahun 2001 berhasil menjual 6 juta copy untuk album “Toxicity”.
Kesuksesan SOAD tak bisa lepas dari polesan Daron yang menciptakan sebagian besar lagu-lagunya. Terutama dalam hal lirik lagu.
Nama Daron Malakian mulai diakui oleh penggila musik-musik Metal, terutama di kawasan LA. Bahkan beberapa waktu lalu ia menempati peringkat ke-4 dalam polling gitaris terbaik versi majalah Metal Edge Magazine. Hal tersebut memang masuk akal mengingat sulitnya musik-musik beraliran metal menembus angka penjualan yang fantastis.
Terlebih lagi di Indonesia, mengusung distorsi kenceng sangat kurang diminati di pasaran dan label pun gak ada yg mau ngepromotnya beruntung di Indonesia masih punya LOGISS Record.
Namun album terbaru SOAD bahkan bisa bertengger di posisi pertama puncak tangga-tangga lagu di beberapa media.
Di album Toxicity, Daron menggunakan stem gitar drop D (turun 1 nada) kecuali senar 6 turun 2 nada. Mulai dari senar 1 sampai 6 urutannya : D,A,F,C,G,C. Tapi di album terbaru, ia memakai steman D#,A#,F#,C#,G#,C#.
Sudah tidak asing lagi tentang kabar keretekan band ini, namun Gitaris grup System Of A Down, Daron Malakian, membantah bahwa keretakan yang terjadi dalam tubuh band tersebut telah memaksa mereka ‘break’ dan mengatakan bahwa ‘perbedaan yang kreatif’-lah yang membuat mereka menghadapi masa kevakuman.Grup beraliran rock pelantun tembang Chop Suey! itu membantah spekulasi yang menyebut bahwa mereka kini tengah diambang perpecahan karena adanya konflik antar personil, dengan mengatakan bahwa masing-masing anggota hanya ingin berkonsentrasi pada ‘proyek sampingan’ yang dipunyai.Daron mengatakan pada majalah musik Inggris, Kerrang, “Anda pasti paham bagaimana jika orang berpisah untuk sementara waktu karena memiliki perbedaan pendapat. Saya hanya ingin mengatakan bahwa dalam tubuh System tak ada kebencian. Perbedaan itu hal yang biasa dan bukannya jadi permusuhan.”"Saya mengenal pribadi Serj (Tankian – lead vocal) dan ia punya beberapa rencana yang ingin ia wujudkan. Dan hal itu tak bisa ia lakukan dalam System. Begitu juga dengan saya. Saya juga punya keinginan lain yang tentu saja tak bisa saya wujudkan dalam System,” tandasnya.
0

THE S.I.G.I.T BIOGRAPHY


Mari menyimak kisah Rektivianto Rekti Yoewono tentang hal yang mendorong dirinya untuk menamakan band-nya The S.I.G.I.T.: Awalnya itu, saya kalau lagi nggak ada kerjaan, kalau lagi di Internet suka ke Google, iseng nyari nama sendiri. "Rekti" kalau di luar apa ya?,tutur vokalis-gitaris berusia 25 tahun itu. Terus ngetik nama bapak saya, Sigit. Terus ternyata, Sigit.com itu Science Interest Group anjing, keren juga ya. Jadi gue cari kata-kata sendiri.

Cerita itu dapat mewakili sisi intelek sekaligus humoris yang terdapat pada The Super Insurgent Group of Intemperance Talent, kuartet asal Bandung yang menggabungkan tema lirik yang kontemplatif dengan musik rock & roll primitif, di mana Led Zeppelin, The Clash dan The Beatles menjadi pengaruh utama yang menyatukan selera keempat sahabat ini. Kami ter-influence lagu-lagu lama, tapi intinya kami memang suka ngerock, kata bassis Aditya Bagja Mulyana alias Adit, 25 tahun. “Bukan ngepop, karena kami bukan penyanyi yang baik [tertawa]!

The S.I.G.I.T. berasal dari pertemanan Rekti, Adit, gitaris R. Farri Icksan Wibisana alias Farri (23 tahun) dan drummer Donar Armando Ekana alias Acil (24 tahun).Sering main bareng, terus ada ritual liburan bareng-bareng berempat, kata Adit. Dalam salah satu perjalanan berempat ini, mereka menyaksikan penampilan band kakak Adit di Jakarta, lalu terdorong untuk membentuk sebuah band. Pas kami bentuk band, di Bandung lagi musim clubbing. Kami lagi eneg pada waktu itu, kata Acil.

Setelah sempat membawakan lagu-lagu The Stone Roses, The Seahorses dan The Charlatans di bawah nama The Cinnamons dan The You-Yous, akhirnya di tahun 2002 The S.I.G.I.T. mulai membawakan lagu-lagu ciptaan sendiri. Walau mereka muncul di saat garage rock sedang bangkit lagi di dunia musik, The S.I.G.I.T. enggan terjebak dalam kategori itu. Pada musim garage rock kami dicap garage, itu sesuatu yang ingin kami hindari dari dulu, kata Rekti, yang bernyanyi dengan lengkingan yang mengingatkan pada Robert Plant atau Jack White. Mau disebut apapun alirannya, kami bukan aliran itu.

Apapun alirannya, yang pasti nama The S.I.G.I.T. pelan-pelan terangkat berkat show mereka yang dahsyat, serta E.P. The Super Insurgent Group of Intemperance Talent yang dirilis pada tahun 2004 melalui Spills Records. Lalu album perdana yang dinanti-nantikan tak kunjung muncul, sebelum akhirnya di akhir 2006 mereka merilis Visible Idea of Perfection melalui FFCUTS, bagian dari label independen terkemuka di Bandung, FFWD Records.

Waktu itu belum ada label yang mau ambil kami, terus kami berpikiran, Ya udah, kalau belum ada label kita nabung, jalan sendiri. Sekalian matangin materi, kami rekam sendiri. Pas lagi jalanin, datanglah tawaran dari FFWD, kata Adit tentang masa absen itu. Tawaran itu rupanya datang tepat pada waktunya, karena Rekti sempat merasa frustrasi karena tak ada perkembangan, yang dituangkan ke lagu No Hook. Saya pernah merasa kalau main band begini nggak ada gunanya. Pokoknya sebelum keluar album agak sedikit putus asa. ˜Kok nggak bikin album ya? Padahal udah manggung terus. Sedang capek aja, katanya. Tapi pada akhirnya, ya udahlah, saya bertahanlah.

Walau wabah garage rock telah berlalu, The S.I.G.I.T. tidak merasa ketinggalan kereta selama kami punya konsep yang kuat, menurut Acil. Setelah masanya lewat dan orang masih menunggu, di situ saya berharap kalau kami bisa memanfaatkan keadaan ini untuk membuktikan bahwa kami bukan terbawa arus garage, kata Rekti. Saya sendiri nggak yakin kalau 2004 kami (bisa) bikin album seperti yang sekarang ini.

Visible Idea of Perfection (yang judulnya diambil dari buku Ideals & Idols: Essays On Values in History and in Art karya E.H. Gombrich) berisi 12 lagu, termasuk beberapa lagu dari E.P. yang direkam ulang dan dimasukkan ke album karena masih bisa diperjuangkan, menurut Farri. Lirik lagu dibuat dalam bahasa Inggris karena saya terus terang dari kecil kebanyakan dengar lagu berbahasa Inggris. Emang jarang dengerin lagu bahasa Indonesia, kata Rekti, penulis sebagian besar lirik.

Hal-hal yang menjadi topik lirik dapat dibilang menarik. Ada sebuah tema besar yang dapat ditangkap, yaitu ketidakpuasan terhadap kondisi sekitar. Live in New York bercerita tentang keinginan untuk hijrah ke tempat yang lebih menarik; New Generation menghujat lingkaran setan yang menghubungkan malnutrisi dengan kebodohan; dan empat lagu Let It Go,Save Me,Clove Doper dan Satan State“ adalah komentar terhadap sifat orang-orang di sekeliling saya, menurut Rekti, yang menyebut politikus, dosen, tokoh agama dan orang Indonesia pada umumnya. Kalau ada orang yang mengatakan ˜Saya orang suci, Anda tidak suci, saya membantah semua orang yang mengatakan bahwa ˜Saya superior dalam bidang tertentu. Bagi saya, itu adalah sesuatu yang tidak menarik dan tidak penting.

Tak semua lagu mengandung tema seberat itu. Soul Sister bercerita tentang teman SMP Rekti dan Adit yang memanfaatkan jasa seorang waria; Nowhere End dan All the Time malah bercerita tentang cinta, walau dengan sudut pandang yang tak biasa. Saya pernah mendapat e-mail yang membahas itu, dan itu bikin semangat untuk belajar lebih banyak lagi tentang bagaimana menulis lirik, daripada mendengar pujian yang lagu lo ngerock banget! kata Rekti. Senang sih, cuma itu saya anggap ya udahlah. Bisa berbahaya untuk diri sendiri. Saya berharap kalau ada yang mendengarkan dan memperhatikan lirik, apa yang saya maksud bisa sampai, dan kalau menyampaikan kritik sesuai dengan apa konteksnya.

Sumber : http://www.rollingstone.co.id/artist_detail/65/t/The-Sigit/0