System of A Down (SOAD) adalah sebuah band beraliran metal dari Amerika.
Meskipun basic musik SOAD adalah metal tapi didalam lagu2 mereka sangat
bervariasi Gaya musik System Of A Down sebenarnya agak-agak sama seperti
band metal lain di era akhir 90-an. Cirinya adalah punya gaya perpaduan
antara underground thrash metal dan musik alternative rockers.
Untungnya gaya neo-gothic alternative metalnya System Of A Down berhasil
diterima orang banyak dengan campuran ska, punk, ballads, hingga musik
timur tengah.
Musik SOAD sangat original dan banyak pengamat musik mengatakan SOAD
telah menciptakan aliran musik sendiri yang sangat unik, keras, tapi
enak di dengar.
SOAD terdiri dari 4 personil, ke empat personelnya berasal dari Armenia, tapi mereka tinggal di Amerika.
*Serj Tankian : Vokal, keyboard
*Daron Malakian. : Gitar, vokal
*John Dolmayan : Drum
*Shavo Odadjian : Bass
Band ini sebelumnya bernama “SOIL” dan berubah nama menjadi SOAD setelah John masuk menggantikan drummer sebelumnya.
Vokalis Serj Tankian, gitaris Daron Malakian, basis Shavo Odadjian, dan
drummer John Dolmayan membentuk System of a Down wilayah selatan
California di pertengahan tahun 90-an.
Ketenaran mereka lewat promosi “word of mouth” rupanya cukup memberikan
mereka bekal untuk ngegaet Columbia Records. Di tahun 1998 mereka
mengeluarkan album perdana dan langsung pasang aksi dengan ikutan tur
Slayer dan Ozzfest.
Gara-gara tur itu jugalah System Of A Down akhirnya berhasil ngedapetin
predikat Gold Lagu-lagu mereka terutama terkenal selain gayanya yang
inovatif, dengan sentuhan musik Armenia. Selain itu isinya juga
berisikan ide, pandangan-pandangan, dan apa yang mereka rasakan bukan
hanya karangan sang penulis semata.
Serj Tankian sebagai anggota yang cukup menonjol, memaparkan ide-ide
politiknya dalam lagu-lagu SOAD. Mulai dari kampanye rekonisi terhadap
Genocides Armenia oleh pemerintah Turki yang terus mereka usung, hingga
masalah sosial-politik seperti konsumerisme, perang, globalisasi,
lingkungan, dan Kekerasan.
Selain itu, mereka menulis lagu tentang perubahan atau transformasi pemikiran mereka.
Kompas pernah menulis article tentang band ini dengan judul “Band Keras Anti Kekerasan”.
Pemikiran Serj cukup di pengaruhi oleh pengamat politik kiri AS Noam
Chomsky. Serj Tankian bersama Tom Morello mantan gitaris Rage Against
The Machine mendirikan LSM Politik dengan nama Axis of Justice (nama LSM
ini merupakan plesetan sarkastis dari salah satu pidato Presiden AS
yang menyebut 3 negara sebagai Axis of Evil).
SYSTEM OF A DOWN di tangan Produser Rick Rubin berhasil keluar dan menunjukkan dirinya ke dunia.
SYSTEM OF A DOWN bukan band yang dibentuk karena industri.
Mereka berempat emang dari asalnya udah begitu jadinya, liar dan sangar,
terus ngebentuk band yang menghipnotis dunia lewat gayanya.
Natural banget musiknya mengalir tanpa dibentuk-bentuk atau di buat-buat
dan dituntut oleh kemauan pasar, gak kaya boy/girl band yg di buat2
nongol karna permintaan pasar industri musik.
Justru SYSTEM OF A DOWN berhasil membuat pasar menyukai bahkan menggilai
musiknya. Bahkan lewat cengkok Armenia-nya itu menjadikan SYSTEM OF A
DOWN sebagai band yang tanpa tandingannya. Malah sukses banget di Amrik
yang terkenal rasis berat. Di album Mezmerize, Rick Rubin memperhatikan
detil-detil kelebihan masing-masing dari diri SERJ TANKIAN (Vokal),
SHAVO ODADJIAN (Bass), DARON MALAKIAN (Gitar) dan JOHN DOLMAYAN (Drums)
sehingga membentuk orkestrasi maha dahsyat lewat lagu-lagu yang tercipta
Lagu-lagu SOAD, kebanyakan diciptakan oleh Daron dan Serj, banyak
mengusung masalah sosial, politik, dan kelestarian lingkungan.
SOAD adalah salah satu band di Amerika yang paling vokal menentang
invasi pasukan Amerika ke Irak dan Afghanistan. Bahkan SOAD membuat
banyak lagu yang isinya memprotes keras pemerintahan Amerika pimpinan
George Bush seperti lagu War, Chop Suey!, Soldier Side, Boom!!, BYOB,
dll. Video Klip Boom dan BYOB menjadi video metal terbaik di MTV musik
awards 2004 dan 2005. BYOB (Bring Your Own Bomb) sangat jelas mengkritik
Pemerintah Amerika (dan sekutunya) yg tidak berhenti membunuh orang tak
berdosa di timur tengah dan sangat jelas menyindir George Bush yang
menggunakan nyawa para tentara Amerika demi kepentingan negara
SOAD merilis album pertama, self titled, pada tahun 1999. Lagu-lagu
yang membuat SOAD mulai dikenal di amerika antara lain “War” (secara
tegas menolak segala bentuk peperangan), “Sugar”(menjadi soundtrack
beberapa game di Amrik), “Suite-Pee” (lagu yg kontroversial karena
berbau SARA), dan “Spider”. Cover album pertama adalah telapak tangan
Serj yang seolah minta pertolongan.
Album kedua berjudul “Toxicity” dirilis 2001. Album inilah yang
membuat SOAD dikenal luas di seluruh dunia. Single “Chop-Suey!” sangat
terkenal di kalangan penggemar musik, video klipnya diputar hampir
setiap hari di MTV. Beberapa Kalangan memprotes lagu ini karena sedikit
menyindir tradegi World Trade Center. Lagu lain yang dijadikan video
klip adalah “Toxicity” dan “Aerials”. Salah satu kalimat di lagu
“Aerials” : “Life is a waterfall, we’re one in the river and one again
after the fall. Aerials, in the sky, when you lose small mind you free
your eyes”. Lagu lain adalah “ATWA” yang mengajak manusia menyelamatkan
Air, Trees, Water and Animals. Cover album ini adalah tulisan System of A
Down di bukit Hollywood.
Album ketiga berjudul “Steal This Album”. Cover album ini cukup unik
karena hanya ada tulisan “Steal This Album!!”, didalam albumnya tidak
ada lirik ataupun foto-foto. Album ini dirilis pada 2003 menanggapi
pembajakan lagu-lagu mereka di internet. SOAD bukannya marah, justru
menambahkan lagu2 baru dari album terbarunya ke website tersebut!!! Lagu
“Boom!!” sempat menghebohkan Amerika dengan lirik dan lagunya yang
menghujat George Bush.
Album keempat dan kelima dibuat berseri. Album “Mesmerize” keluar
pada awal 2005, sedang “Hypnotize” dirilis akhir 2005. Covernyapun
mirip, berupa gambar imajinasi yang dibuat oleh ayah Daron. Lagu yang
paling terkenal dari 2 album ini adalah “BYOB” atau Bring Your Own Bomb.
Lagu ini mengkritik pemerintah Amerika yang mengirim tentara ke Irak
dan menyebabkan ribuan tentara AS mati. Video Klip “BYOB” menjadi the
best metal video di MTV Music Awards 2005. Lagu lain adalah “Lonely
Day”, “Soldier Side”, Lost in Hollywood”, “Cigaro”, “Question” dan “This
Cocaine make me feel i’m on this song”.
isi album Hypnotize ini bakal berisikan 12 lagu dan juga beberapa karya
seni/artwork dari Vartan Malakian, ayah dari gitaris SOAD Daron
Malakian.
Cover albumnya bakal di-desain untuk menjadi pasangan yang tepat buat cover album sebelumnya, Mezmerize.
Menjadikan kedua album ini sebuah karya seni yang saling berhubungan.
Hubungan antara dua album ini juga kerasa di cuplikan-cuplikan behind-the-scenes yang memperlihatkan proses pembuatan album ini.
Kedua album ini, Mezmerize dan Hypnotize bakal terhubung secara musik
dalam lagu Soldier Side Intro yang jadi lagu pembuka album Mesmerize dan
Soldier Side yang jadi lagu terakhir di album Hypnotize. album ini
menyuguhkan irama rock bertegangan tinggi. Simak saja unggulan dari
album ini yang bertitel Hypnotize berhasil menyihir telinga kita dengan
raungan-raungan gitar yang cadas namun irama yang masih catchy.
Album sebelumnya yang bertitel MEZMERIZE sukses dipasaran.
Buktinya single BYOB dan Question bertahan terus di #1 di 12 negara dan
ini menjadikan SYSTEM OF A DOWN sebagai ‘the most innovative rock band’
versi majalah rock kelas dunia, Kerrang!.
Shavo Odadjian sepertinya yg jadi sutradara lagi buat video klip album Hypnotize.
Bangku sutradara sudah dapat dipastikan bakal diisi oleh sang basis.
Hmm we can’t wait for the result. Video klip yang akan dishoot di Van
Andel Arena ( Grand Rapids, Michigan) ini sebenarnya merupakan proyek
kedua Shavo setelah dia juga menyutradarai video klip untuk lagu
“Question!”.
“Ini bakal jadi konsep video yang benar-benar live.
Sebelumnya memang pernah kita main dan ada beberapa fans yang ikut di
shoot, tapi kalau main di arena besar dimana suasananya sudah kaya
konser, baru sekarang ini.
Setelah ngegelar tur keliling Eropa, dan melakukan tur grilya di 9
kota Amerika. Salah satunya adalah penampilan mereka di California.
Tepatnya di Long Beach Arena, California, SOAD menghadirkan pertunjukan yang benar-benar rock & roll.
Konser yang sold-out ini dibuka oleh Mars Volta yang punya penampilan
gitar spektakuler, dan permainan visual yang manis dari proyektor.
Bahkan ada yang bilang penampilan Mars Volta lebih berkesan lantaran
lebih mengutamakan visual dan penampilan duet gitaris Omar
Rodriguez-Lopez dan pentolan SOAD Serj Tankian nampaknya jadi daya tarik
tersendiri, belum lagi gitaris Red Hot Chili Peppers, John Frusciante,
yang secara mengejutkan ikutan jamming bareng Mars Volta.Waktu SOAD
manggung, uda bisa ditebak dong lagu-lagu apa yang bakal dikumandangkan?
Udah pasti lagu jagoan macam “B.Y.O.B.” dan “Revenga” dikeluarin. Tapi
rupanya System ga ngelupain nomer-nomer lama karena mereka juga ngambil
beberapa lagu dari album debut mereka dan album Toxicity. Berbeda 180
derajat dengan penampilan band pembukanya, penampilan SOAD minim
kelengkapan visual dan panggung dibiarin kosong gitu aja (cuma ada
deretan ampli yang keliatan).
Penampilan yang ‘minimalis’ ini sepertinya emang disengaja, karena niat
SOAD dari awal adalah menampilkan pertunjukan yang cuma rock music
(tanpa embel-embel lain).
Dan sepertinya pesan ini bisa ditangkep dengan cepat oleh fansnya karena
pas mereka ngebawain “Chop Suey!” bendera kebangsaan Armenian langsung
mewarnai lautan penonton dan penggemarnya langsung sibuk ngebuat mosh
pits.
Untungnya gara-gara set yang minimalis tadi, SOAD bisa bener-bener
ngebuat fansnya konsentrasi total sama lagu-lagu yang dibawain.
Lagu-lagu dari album Mezmerize bener-bener jadi highlight malam itu,
terutama pas grup ini ngebawain versi lagu “Cigaro” dengan akustik gitar
dan mainin lagunya dengan versi yang menjurus ke klasik. Fansnya
langsung nyalain lighter dan ngacungin tangan ke atas, yang ngga punya
lighter nggak mau kalah dengan ngangkat hp mereka ke atas.
Serj Tankian, vokalisnya System of a Down ternyata sangat peduli
dengan genocide. Genocide ini adalah pemusnahan etnik, agama atau
kelompok lain, contoh yang paling terkenal sih genocide terhadap kaum
Yahudi sebanyak 6 juta orang selama perang dunia ke-II.
Kenapa Serj Tankian ngotot mendukung perealisasian undang-undang ini?
Pada saat teman-teman sebandnya lagi sibuk persiapan untuk shooting
video klip terbaru nya System of a Down, Serj Tankian, sang vokalis
malah ngikut demo di Chicago.
Serj Tankian ternyata udah ngebuat janji pada kakeknya yang berusia 97
tahun yang merupakan orang Armenia, kalau ia bakal berusaha sebaik
mungkin untuk meyakinkan anggota kongres, Dennis Hastert untuk
merealisasikan Armenian Genocide Resolution.
Perjuangan Tankian untuk membuat resolusi ini diakui sudah dimulai sejak tahun 2000.
Tankian bergabung dengan anggota dari Armenian National Committee of
America, Armenian Youth Federation dan organisasinya yang bernama Axis
of Justice dalam sebuah demo besar-besaran untuk memberlakukan resolusi
yang nantinya akan mengakui peristiwa pembantaian sekitar 1,5 juta warga
Armenia sejak tahun 1915 hingga 1923. “Semua ada di tangan Dennis
Hastert,” Tankian juga menambahkan kalau, “Gue yakin banget kalau ini
semua emang perlu lobi ke pihak pemerintahan”
BushDaron Malakian yang lahir di Hollywood California 18 juli 1975
ini Saat masih berusia 6 tahun sudah mendengarkan album-album dari
nama-nama besar seperti Van Halen, Iron Maiden, Judas Priest, Motley
Crue, Ozzy Osbourne.
Namun 6 tahun kemudian ia mulai merasa sreg setelah mendengar musik-musik trash dari band-band seperti Slayer.
Dari sini kemudian Daron mulai banyak bermain musik-musik beraliran
Metal. Kemudian pada saat berusia 17 tahun ia mulai banyak mendengarkan
musik-musik The Beatles. John Lennon menjadi influence terbesarnya dalam
menulis lagu.
Jika anda menyimak lirik-lirik lagu System Of a Down, semuanya merupakan
lirik-lirik bertema sosial, perang, dan kritik terhadap pemerintah.
Beberapa saat kemudian Daron bertemu dengan Serj Tankian dan akhirnya sepakat membentuk band bersama-sama.
Kemudian bergabunglah Shavo Odadjian pada bass dan John Dolmayan pada
drum. Mereka pun menamai band mereka System Of a Down (SOAD).
Band ini mulai menyita perhatian publik Los Angeles. Meski masih menjadi
band lokal pun ternyata jumlah fans fanatiknya bisa dibilang sangat
besar. Akhirnya pada tahun 1997, produser Rick Rubin mengambil alih
SOAD. Setahun kemudian SOAD merilis album perdananya dan mulai menjadi
artis pembuka untuk Slayer dan hajatan musik Metal, Ozzfesst.
Lalu pada tahun 2001 berhasil menjual 6 juta copy untuk album “Toxicity”.
Kesuksesan SOAD tak bisa lepas dari polesan Daron yang menciptakan sebagian besar lagu-lagunya. Terutama dalam hal lirik lagu.
Nama Daron Malakian mulai diakui oleh penggila musik-musik Metal,
terutama di kawasan LA. Bahkan beberapa waktu lalu ia menempati
peringkat ke-4 dalam polling gitaris terbaik versi majalah Metal Edge
Magazine. Hal tersebut memang masuk akal mengingat sulitnya musik-musik
beraliran metal menembus angka penjualan yang fantastis.
Terlebih lagi di Indonesia, mengusung distorsi kenceng sangat kurang
diminati di pasaran dan label pun gak ada yg mau ngepromotnya beruntung
di Indonesia masih punya LOGISS Record.
Namun album terbaru SOAD bahkan bisa bertengger di posisi pertama puncak tangga-tangga lagu di beberapa media.
Di album Toxicity, Daron menggunakan stem gitar drop D (turun 1 nada)
kecuali senar 6 turun 2 nada. Mulai dari senar 1 sampai 6 urutannya :
D,A,F,C,G,C. Tapi di album terbaru, ia memakai steman D#,A#,F#,C#,G#,C#.
Sudah tidak asing lagi tentang kabar keretekan band ini, namun
Gitaris grup System Of A Down, Daron Malakian, membantah bahwa keretakan
yang terjadi dalam tubuh band tersebut telah memaksa mereka ‘break’ dan
mengatakan bahwa ‘perbedaan yang kreatif’-lah yang membuat mereka
menghadapi masa kevakuman.Grup beraliran rock pelantun tembang Chop
Suey! itu membantah spekulasi yang menyebut bahwa mereka kini tengah
diambang perpecahan karena adanya konflik antar personil, dengan
mengatakan bahwa masing-masing anggota hanya ingin berkonsentrasi pada
‘proyek sampingan’ yang dipunyai.Daron mengatakan pada majalah musik
Inggris, Kerrang, “Anda pasti paham bagaimana jika orang berpisah untuk
sementara waktu karena memiliki perbedaan pendapat. Saya hanya ingin
mengatakan bahwa dalam tubuh System tak ada kebencian. Perbedaan itu hal
yang biasa dan bukannya jadi permusuhan.”"Saya mengenal pribadi Serj
(Tankian – lead vocal) dan ia punya beberapa rencana yang ingin ia
wujudkan. Dan hal itu tak bisa ia lakukan dalam System. Begitu juga
dengan saya. Saya juga punya keinginan lain yang tentu saja tak bisa
saya wujudkan dalam System,” tandasnya.